Saksi Mata Ceritakan Detik-Detik Remaja Tenggelam di Perairan Balikpapan
Seorang warga bernama Andi Hasbar menjadi saksi dalam peristiwa remaja 17 tahun bernama Khairul Anam tenggelam di kawasan perairan sekitar dermaga belakang Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Peristiwa ini terjadi beberapa hari lalu, dan hingga kini pihak berwenang masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Andi menceritakan bagaimana kejadian itu berlangsung menjelang maghrib, sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu, ia hanya datang untuk jalan-jalan dan duduk di sekitar lokasi. Ia melihat sekelompok remaja sedang mandi bersama di perairan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Saya awalnya cuma jalan-jalan ke sini, Pak. Lihat orang-orang mandi-mandikan bareng sama temannya. Nggak lama kemudian, tiba-tiba teman-temannya panik, katanya ada yang minta tolong,” ujar Andi saat ditemui di lokasi, Rabu (12/11/2025).
Menurut kesaksian Andi, korban diduga tidak bisa berenang dan sempat terlihat berusaha menggapai permukaan air sebelum akhirnya tenggelam. “Dia nggak bisa berenang. Teman-temannya mau nolongin tapi malah panik juga, karena waktu mau ditolong, korban ini sempat narik temannya. Jadi mereka ketakutan dan naik ke pinggir,” lanjutnya.
Melihat situasi itu, Andi bersama satu orang lainnya memutuskan terjun ke air untuk menolong. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah. “Saya sama satu orang loncat. Baru sekitar lima meter nyelam ke bawah, arusnya langsung narik ke bawah, kuat sekali. Saya coba menyelam, dan membuka mata tapi gelap, sudah mau Magrib, nggak kelihatan apa-apa. Akhirnya saya balik cepat ke atas,” katanya.
Menurut kesaksian Andi, arus di sekitar lokasi cukup deras dan berputar. Kondisi itu membuat korban cepat terseret ke bawah. “Arusnya kuat sekali, bukan ke samping, tapi ke bawah, kayak muter gitu. Saya sendiri sempat nelan air juga, makanya cepat naik,” ungkap Andi.
Ia mengatakan, korban sempat terlihat beberapa detik dengan gestur mengangkat tangan ke atas sebelum tenggelam sepenuhnya. “Saya masih sempat lihat tangannya ke atas, kayak minta tolong. Tapi dia nggak teriak, mungkin sudah kehabisan tenaga,” ucapnya lirih.
Tak lama setelah kejadian, warga sekitar melapor ke pihak berwenang. Tim dari Polsek setempat dan Basarnas Balikpapan segera datang untuk melakukan pencarian. Andi mengaku peristiwa itu masih membekas di pikirannya. “Saya cuma bisa bantu semampunya, tapi arusnya terlalu kuat. Kasihan, cepat sekali tenggelamnya,” tuturnya.
Pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian terus dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan.

Upaya Pencarian Dilakukan oleh Berbagai Tim
Berita sebelumnya, seorang remaja bernama Khairul Anam (17) dilaporkan tenggelam di Pantai Kemala, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (10/11/2025) sore. Hingga Selasa pagi, korban masih dalam pencarian oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan.
Menurut keterangan warga, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, korban diduga terseret arus laut dan tidak kunjung muncul ke permukaan. Mendapat laporan tersebut, tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim segera berkoordinasi dengan Basarnas Kota Balikpapan untuk melaksanakan operasi pencarian.
“Sebagai wujud nyata Bhakti Brimob untuk masyarakat, begitu mendapat informasi tersebut tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor yang siaga 1x24 jam langsung berangkat ke TKP,” ujar Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Iwan Pamuji, Selasa (11/11/2025).
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menjelaskan bahwa dalam proses pencarian, tim Brimob turut menyiapkan sejumlah peralatan SAR untuk mendukung operasi gabungan. Selain Brimob Polda Kaltim, ada unsur SAR lainnya seperti Basarnas, Polsek Balikpapan Timur, BPBD Kota Balikpapan, dan juga masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan korban segera ditemukan. Kami terus memantau perkembangan di lapangan,” ungkapnya. Upaya pencarian terus dilanjutkan hingga kondisi memungkinkan, dengan menyisir area sekitar lokasi korban terakhir terlihat.