
Progres Pembangunan Teras Samarinda Tahap Dua Terus Berkembang Pesat
Pembangunan Teras Samarinda tahap dua terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menyebutkan bahwa pekerjaan di empat segmen proyek tersebut kini telah mencapai lebih dari 60 hingga 70 persen.
Menurutnya, pembagian proyek menjadi empat segmen dilakukan agar pekerjaan bisa dilaksanakan secara paralel dan tidak bergantung pada satu kontraktor. Dengan cara ini, proses pembangunan dapat berjalan serentak dan lebih efisien.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kalau dilakukan oleh satu perusahaan saja tentu berbeda. Karena itu kita bagi agar bisa dikerjakan bersamaan,” ujarnya.
Meski demikian, Desy mengakui segmen yang berada di depan Kantor Gubernur Kaltim atau Teras Samarinda tahap pertama sempat menghadapi tantangan besar. Pasalnya, konstruksi tersebut merupakan pekerjaan dengan jenis baru, yakni pembangunan struktur di atas permukaan sungai.
“Kalau pekerjaan biasa itu bangunan struktur dermaga. Tapi di segmen 1 ini ada pembuatan taman juga, jadi tidak dikejar-kejar. Semua tetap mengikuti master plan awal,” jelasnya.
Desy menambahkan, secara umum tidak ada perubahan besar dalam desain empat segmen yang ada, kecuali pada segmen empat yang mengalami sedikit penyesuaian berdasarkan permintaan Dinas Perhubungan. Kata Desy, penyesuaian tersebut dilakukan terkait dengan rencana pengembangan angkutan massal.
“Selain itu, tidak ada perubahan signifikan. Semua masih mengacu pada desain awal infrastruktur,” tegasnya.
Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Teras Samarinda Tahap Dua, Ilhamsyah, menjelaskan bahwa strategi pemecahan kontrak ke dalam empat segmen merupakan langkah untuk mempercepat penyelesaian proyek. Ia merinci, segmen 1 memiliki nilai kontrak sekitar Rp 48 miliar, segmen 2 dan 3 masing-masing Rp 21 miliar, sementara segmen 4 sebesar Rp 24 miliar.
“Jadi memang dipecah agar pengerjaannya paralel dan target selesai lebih cepat,” tuturnya.
Segmen 1: Pembangunan Pedestrian di Atas Sungai
Segmen 1 difokuskan pada pembangunan pedestrian di atas sungai sepanjang 300 meter, menyambung dari area tahap pertama hingga kawasan Kantor Pos dan eks Terminal C. Namun pihaknya mengakui bahwa proyek ini juga menghadapi tantangan teknis. Beberapa pancang sempat tenggelam akibat arus sungai yang deras.
Pihak pelaksana juga menemukan batu keras di dasar sungai yang memaksa pekerja menggunakan metode pre-boring untuk memastikan stabilitas struktur.
“Sehingga saat pemancangan kami harus sangat berhati-hati,” jelasnya.
Segmen 2 dan 3: Revitalisasi Dermaga
Fokus pengerjaan segmen 2 dan 3 diarahkan pada revitalisasi dermaga yang terletak di Jalan Gajah Mada, termasuk pelebaran area, perbaikan atap, serta pembangunan fasilitas pendukung. Di sisi darat, area parkir lama pun diubah menjadi terminal drop off bus sehingga kendaraan tidak lagi diperbolehkan mangkal.
Sesuai arahan Walikota Samarinda Andi Harun, sebagai bagian dari penataan kawasan maka seluruh area parkir kini akan dipusatkan ke gedung Pasar Pagi yang saat ini sudah mulai rampung direvitalisasi.
“Konsepnya bus hanya berhenti sebentar lalu jalan lagi,” katanya.
Segmen 4: Pembangunan Saluran Drainase dan Fasilitas Publik
Adapun segmen 4 mencakup pembangunan saluran drainase berukuran 120x120 sentimeter sepanjang 800 meter, jalur utilitas kabel bawah tanah, serta ruang terbuka publik berupa mini amphitheater dan taman bermain anak.
Ilhamsyah menyebut seluruh kontrak akan berakhir pada Desember mendatang.
“Jadi memang harus kejar-kejaran dengan waktu,” pungkasnya.