Sampah Masih Menumpuk di Beberapa Titik Tangsel Meski Sebagian Sudah Dibawa

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Sampah Masih Menumpuk di Beberapa Titik Tangsel Meski Sebagian Sudah Dibawa


TANGERANG SELATAN, aiotrade–
Masih banyak tumpukan sampah yang terlihat di berbagai titik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meski sebagian telah diangkut oleh petugas kebersihan pada Senin (15/12/2025) malam.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, Selasa (16/12/2025), sisa sampah masih ditemukan di beberapa ruas jalan, seperti kolong Flyover Ciputat, Pasar Jombang, Pasar Ciputat, serta di sekitar Puskesmas Serpong 1. Volume sampah di lokasi-lokasi tersebut tampak belum berkurang signifikan. Bahkan, bau menyengat semakin parah dan tercium jelas saat melintasi area tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meskipun tumpukan sampah tersebut sudah ditutupi terpal, bau tak sedap tetap tidak terelakkan. Kondisi terpal yang sudah rusak dan terbuka membuat aroma busuk tetap menyebar. Selain itu, cairan lindi dan belatung mulai keluar dari tumpukan sampah.

Salah satu pedagang asongan, Ani (48), mengatakan bahwa penutupan sampah menggunakan terpal tidak banyak membantu mengurangi bau. “Ditutup terpal juga sama saja, baunya tetap keluar. Kalau kena angin malah makin menyengat,” kata Ani saat ditemui di lokasi, Selasa.

Ani mengaku sangat kesal dengan kondisi tersebut. Pasalnya, pelanggan yang mayoritas sopir angkutan kota dan pengemudi ojek online kini enggan berhenti di sekitar lokasi jualannya di sekitar Flyover Ciputat. Akibat kondisi itu, pendapatannya menurun drastis dalam beberapa hari terakhir.

“Biasanya saya bisa dapat Rp 50.000 sampai Rp 60.000 sehari. Tapi tiga hari ini paling banyak cuma Rp 15.000,” kata dia.

Oleh sebab itu, ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan dapat segera menuntaskan pengangkutan sampah. Pasalnya, ia mengaku sangat bergantung pada penghasilan dari berjualan di lokasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau bisa sebelum tahun baru sudah diangkut semua. Soalnya saya hidup dari jualan di sini, buat anak sekolah juga,” ucap dia.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Di sana, kondisi sampah juga menumpuk setinggi sekitar dua meter, hampir menutupi sebagian akses pasar.

Salah satu warga yang tengah belanja di Pasar Jombang, Uus (41), mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah dirasakannya sejak sepekan lalu. Sementara itu, terpal yang digunakan untuk menutupi tumpukan sampah itu baru dilakukan pada Senin (15/12/2025).

"Ini baru kemarin dipasangi terpal tidak ada pengaruhnya, tetap baunya menyengat," kata dia. Ia menilai, sampah seharusnya segera dibuang agar tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi warga sekitar.

Terlebih, kondisi cuaca yang sering hujan membuat bau sampah semakin menyengat. “Harusnya ini segera dibuang, jangan kelamaan. Takut jadi penyakit. Apalagi sering hujan, sampahnya jadi makin bau,” jelas dia.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya telah melakukan pengangkutan sampah. Sampah yang diangkut akan dialihkan ke sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) guna dilakukan pengolahan sementara.

Namun, Pilar belum merinci lokasi TPS3R tersebut karena data berada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan. Meski demikian, Pilar memastikan tidak akan ada pembuangan sampah ke lokasi yang tidak semestinya, termasuk lahan kosong maupun pinggir jalan.

"Kita tidak mungkin dari DLH buang ke lahan-lahan kosong. Itu tidak boleh karena itu akan menimbulkan permasalahan baru," jelas dia, Senin (15/12/2025).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan