Sampah Menumpuk, DLH Tangsel Tutup dengan Terpal

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 19x dilihat
Sampah Menumpuk, DLH Tangsel Tutup dengan Terpal

Penanganan Sampah di Kota Tangerang Selatan

Di beberapa titik di Kota Tangerang Selatan, seperti di bawah flyover Ciputat dan Puskesmas Serpong, terdapat tumpukan sampah yang cukup mengganggu. Untuk mengurangi dampak negatifnya, pemerintah setempat melakukan sejumlah langkah penanganan sementara. Salah satunya adalah menutup tumpukan sampah dengan terpal dan menyemprotkan cairan khusus agar bau tidak sedap dapat diminimalkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bani Khosyatullah, menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memastikan proses pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan optimal. Menurutnya, penutupan dengan terpal dan penyemprotan dilakukan untuk mencegah dampak bau terhadap warga sekitar lokasi.

“Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Bani dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, penyemprotan menggunakan cairan ramah lingkungan yang berfungsi menekan aroma tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan area sekitar tumpukan sampah. Petugas juga terus disiagakan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.

Penyebab Tumpukan Sampah

Tumpukan sampah tersebut terjadi setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang ditutup sementara dalam rangka perbaikan. Upaya perbaikan ini merupakan respons pemerintah atas protes masyarakat yang semakin terdesak akibat sampah dan air lindi dari lokasi tersebut.

Beberapa langkah perbaikan yang sedang dilakukan antara lain:

  • Penataan landfill 3 dengan metode terasering di anak kali Cirompang
  • Pembangunan beronjong
  • Membuka akses jalan menuju landfill 4
  • Pembebasan lahan untuk Material Recovery Facility (MRF) atau fasilitas pengolahan sampah modern

Harapan dan Kolaborasi

Bani juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dalam mengatasi masalah sampah ini. Ia menegaskan bahwa dengan kolaborasi bersama, persoalan sampah bisa diatasi secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kami mohon dukungan masyarakat. Dengan kolaborasi bersama, persoalan sampah ini bisa kita atasi secara bertahap dan berkelanjutan,” tambahnya.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmen dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Meski masih ada tantangan, upaya perbaikan yang dilakukan diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam jangka panjang.

Dalam waktu dekat, pihak DLH akan terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi tumpukan sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan