
TPS HKSN Kota Banjarmasin Kembali Dihebohkan dengan Tumpukan Sampah
Di kota Banjarmasin, TPS (Tempat Pembuangan Sementara) HKSN kembali menjadi sorotan setelah tumpukan sampah yang meluber hingga menyentuh sebagian sisi jalan. Kejadian ini terjadi pada Senin (10/11/2025) pukul 08.00 Wita. Pemandangan yang tidak biasa ini menunjukkan adanya masalah dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Menurut informasi dari warga setempat, kondisi seperti ini sering terjadi pada hari Minggu. Hal ini disebabkan oleh penutupan TPA (Taman Pengolahan Akhir) Banjarbakula, yang merupakan tempat pembuangan akhir sampah di Ibu Kota Kalimantan Selatan (Kalsel). Akibatnya, sampah yang biasanya dibuang ke TPA tidak dapat diproses dan berakhir menumpuk di TPS.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Minggu memang sering menumpuk, tapi tidak terlalu sering Pak. Karena di Banjarbakulanya tutup kalau minggu,” ujar Mahla, salah satu warga yang berada di lokasi saat itu.
Arus lalu lintas di sekitar TPS terlihat ramai, namun tidak mengalami kemacetan. Meski begitu, tumpukan sampah tampak meluber keluar dari pintu bak TPS. Pemandangan ini menunjukkan bahwa sistem pengangkutan sampah mungkin tidak cukup efisien untuk menghadapi peningkatan volume sampah di hari-hari tertentu.
Selain itu, terdapat retakan pada salah satu titik dinding bak TPS. Retakan ini bisa menjadi indikasi adanya kerusakan struktural yang perlu segera diperbaiki. Tumpukan sampah juga terlihat menjulang melebihi tinggi dinding bak TPS, sehingga menciptakan suasana yang kurang nyaman bagi pengguna jalan dan warga sekitar.
“Kalau diangkut tiga kali sehari, tadi sudah ada satu truk nanti dia balik lagi,” tambah Mahla.
Dari pengamatan yang dilakukan, tampaknya sistem pengangkutan sampah masih belum optimal. Dengan jumlah truk yang terbatas dan frekuensi pengangkutan yang tidak terlalu sering, masalah tumpukan sampah akan terus terjadi, terutama pada hari-hari tertentu seperti hari Minggu.
Beberapa solusi mungkin perlu diambil untuk mengatasi masalah ini. Misalnya, peningkatan jumlah armada pengangkut sampah atau pengaturan jadwal pengangkutan yang lebih terjadwal. Selain itu, perlu adanya perawatan rutin terhadap infrastruktur TPS agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.
Masalah ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah secara keseluruhan. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di TPS.