Sampoerna Agro (SGRO) Yakin Produksi Naik 8% di Akhir 2025

admin.aiotrade 07 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Sampoerna Agro (SGRO) Yakin Produksi Naik 8% di Akhir 2025


PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan produksi yang akan dicapai pada akhir tahun 2025. Dalam pernyataannya, Head of Investor Relation SGRO, Stefanus Darmagiri menyampaikan bahwa pihaknya memperkirakan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) SGRO pada 2025 akan meningkat sekitar 5%-8% year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024.

Peningkatan ini diperkirakan akan terjadi karena dampak El-Nino yang mulai mereda setelah semester kedua 2023, yang sebelumnya berdampak pada produksi perusahaan pada 2024. Meskipun demikian, target produksi tandan buah segar (TBS) dan CPO SGRO di tahun 2026 masih dalam proses penyusunan anggaran.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Proyeksi pertumbuhan pendapatan perusahaan pada 2025 dan 2026 sangat bergantung pada pergerakan harga jual CPO. Hal ini membuat kinerja keuangan perseroan sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar, yaitu supply dan demand, serta fluktuasi harga.

“Dengan harga CPO yang diperkirakan tetap baik pada tahun 2025 dan produksi CPO serta TBS yang diperkirakan lebih baik dari tahun sebelumnya, diharapkan dapat membantu kinerja keuangan perusahaan pada tahun 2025,” ujarnya.

SGRO tetap fokus pada bisnis inti di perkebunan kelapa sawit. Untuk mencapai pertumbuhan yang diharapkan, perseroan melakukan berbagai langkah seperti:

  • Meningkatkan produktivitas CPO melalui Best Agronomy Practices.
  • Melanjutkan program intensifikasi yang telah berjalan sebelumnya, termasuk mekanisasi.
  • Mengembangkan sistem water management untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan air.
  • Memperkuat infrastruktur dan mendorong digitalisasi guna meningkatkan monitoring, efektivitas produksi, dan efisiensi kerja di kebun.

Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut, kinerja operasional perseroan akan meningkat secara signifikan.

Sebagai informasi tambahan, Grup Sampoerna Strategic baru saja melepas kepemilikan saham mereka di SGRO. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 9,4 triliun atau Rp 7.903 per saham. Melalui Twinwood Family Holdings Limited, Grup Sampoerna menjual seluruh kepemilikan saham mereka pada SGRO, yang jumlahnya sebesar 1,19 juta saham atau 65,72%, kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International Corporation (POSCO International).

Pada kuartal III 2025, SGRO mencatatkan penjualan sebesar Rp 4,61 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan penjualan kuartal III 2024 yang sebesar Rp 3,37 triliun. Laba bersih juga mengalami peningkatan, dari Rp 367,89 miliar pada kuartal III 2024 menjadi Rp 1 triliun pada kuartal III 2025.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa SGRO semakin kuat dalam menjalankan bisnisnya, terutama dalam industri kelapa sawit yang dinamis dan penuh tantangan. Dengan strategi yang terarah dan komitmen untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas, SGRO siap menghadapi tantangan di masa depan dan terus berkembang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan