
Bupati HST Tekankan Peran Desa dalam Ketahanan Pangan Nasional
Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, menegaskan bahwa desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan pangan nasional. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Ketahanan Pangan Desa Tahun 2025 di Hotel Grand Tan, Banjarmasin, Jumat, (07/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Samsul Rizal menyampaikan apresiasi kepada Pusat Studi Ekonomi dan Pembangunan (Pusekbang) selaku penyelenggara kegiatan, serta kepada para aparatur desa dari sejumlah kecamatan di HST yang hadir dengan antusias. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas aparatur desa merupakan kunci agar desa mampu berkembang menjadi entitas yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurutnya, hadirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 3 Tahun 2025 menjadi momentum baru bagi pemerintah desa untuk berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Samsul Rizal menegaskan bahwa konsep ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada ketersediaan beras atau bahan pangan pokok lainnya. Lebih jauh, desa dituntut mampu menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya lokal, diversifikasi pangan, serta penguatan kelembagaan ekonomi desa seperti BUMDes dan kelompok tani.
“Kami ingin desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mampu tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi berbasis pangan lokal,” tegas Bupati.
Bupati juga mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang baik. Melalui kegiatan Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman terkait penggunaan dana desa secara efektif dan tepat sasaran, terutama untuk mendukung program-program peningkatan ketahanan pangan.
"Semoga kegiatan ini menjadi momentum bagi terwujudnya desa yang tangguh pangan, mandiri secara ekonomi, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Langkah Nyata Pemkab HST dalam Memperkuat Kemandirian Pangan
Kegiatan Bimtek ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab HST dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan aparatur desa untuk mewujudkan kemandirian pangan dari desa. Dengan peran aktif seluruh elemen, HST diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang sukses membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam Bimtek ini antara lain:
-
Penguatan kapasitas aparatur desa
Peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana meningkatkan kemampuan mereka dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi program ketahanan pangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap desa mampu menjalankan tugasnya dengan optimal. -
Pemanfaatan dana desa secara efektif
Para peserta diajarkan cara mengelola dana desa dengan lebih transparan dan akuntabel, terutama dalam pendanaan proyek-proyek yang berdampak langsung pada peningkatan produksi pangan. -
Pengembangan kelembagaan ekonomi desa
Fokus pada penguatan BUMDes dan kelompok tani agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan kelembagaan yang kuat, desa dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. -
Diversifikasi pangan dan pengelolaan sumber daya lokal
Peserta diberikan wawasan tentang pentingnya mengembangkan berbagai jenis tanaman pangan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam yang ada di wilayah desa.
Peran Desa dalam Menjaga Ketahanan Pangan
Desa tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pusat produksi pangan yang sangat vital. Dengan kondisi geografis dan sumber daya alam yang beragam, setiap desa memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal. Namun, untuk mewujudkan hal ini, diperlukan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat juga sangat penting. Dengan adanya kerja sama yang baik, desa dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan ekonomi, serta tetap menjaga stabilitas pangan.