
aiotrade,
JAKARTA – Bursa saham Jepang kembali mencatatkan rekor pada hari Selasa (21/10/2025), didorong oleh optimisme pasar terhadap pemerintahan baru yang dipimpin oleh Sanae Takaichi. Pemikiran ini muncul karena diharapkan bahwa kebijakan fiskal besar-besaran akan dilanjutkan dan suku bunga rendah tetap dipertahankan. Namun, pelemahan yen dan tekanan terhadap obligasi jangka panjang menunjukkan adanya kekhawatiran mengenai peningkatan belanja negara.
Berdasarkan data dari Bloomberg, indeks Nikkei 225 melonjak sebesar 1,42% ke level 49.882 pada pukul 09.02 WIB, melanjutkan tren penguatan setelah mencapai tingkat tertinggi sehari sebelumnya. Sementara itu, indeks Topix meningkat 0,71% menjadi 3.271,55. Penguatan ini terjadi setelah Partai Demokrat Rakyat (LDP) menyelesaikan kesepakatan koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (Ishin). Sanae Takaichi diperkirakan akan menjadi perdana menteri wanita pertama Jepang. Ia akan menghadapi tantangan untuk mengurangi ketidakpuasan publik terkait biaya hidup, berhadapan dengan pemerintahan Trump, serta membangkitkan kembali dominasi partai dalam pemilu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Takaichi dijadwalkan secara resmi ditunjuk pada Selasa siang setelah pemungutan suara di parlemen. Koalisi ini membuat LDP hanya membutuhkan dua kursi lagi untuk mencapai mayoritas di majelis rendah. "Pasar bergerak murni berdasarkan ekspektasi. Saham-saham yang dinilai akan diuntungkan dari kebijakan Takaichi mendorong indeks lebih tinggi," ujar Yugo Tsuboi, Kepala Strategi Daiwa Securities.
Koalisi ini membuka jalan bagi Takaichi untuk mewujudkan agenda pemerintahannya, yaitu memperluas belanja negara di sektor-sektor strategis seperti pertahanan, teknologi, keamanan siber, hingga energi nuklir. LDP dan Ishin sepakat untuk memperbesar investasi publik-swasta berbasis kebijakan fiskal ekspansif dan efisiensi belanja pemerintah.
Namun, jalan tidak sepenuhnya mulus. Investor menilai banyak pertanyaan belum terjawab, mulai dari kemampuan koalisi ini bertahan di parlemen yang terfragmentasi hingga sejauh mana Takaichi bisa mendorong agenda fiskalnya. Manajer Portofolio di Marlborough Investment Management James Athey mengingatkan bahwa koalisi ini bukan “lampu hijau bagi Takaichi untuk menjalankan kebijakan ekstrem.” “Ruang manuver kebijakan sangat dibatasi oleh realitas politik dan ekonomi,” ungkapnya seperti dikutip Bloomberg.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang belakangan menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun akibat kecemasan soal kenaikan belanja negara. Ketidakpastian politik juga menekan peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), membuat yen bertahan lemah di level 150,66 per dolar AS pada pukul 10.04 waktu Tokyo. Masayuki Murata dari Sumitomo Life Insurance menilai bergabungnya Ishin akan membuat kebijakan ekonomi Takaichi lebih seimbang. “Akan sulit bagi dia untuk menahan kenaikan suku bunga BOJ jika seluruh logika ekonomi bank sentral diabaikan,” katanya.