Sandra Dewi Bertarung! Fakta di Balik Aset Mewah yang Disita Pemerintah

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Sandra Dewi Bertarung! Fakta di Balik Aset Mewah yang Disita Pemerintah

Perjuangan Sandra Dewi dalam Memperoleh Aset Pribadi

Aktris ternama Sandra Dewi sedang menghadapi tantangan baru dalam kehidupannya. Di tengah perhatian publik, ia berusaha memulihkan berbagai aset pribadinya, termasuk tas merek ternama, perhiasan mewah, dan mobil hadiah. Permohonan ini dia ajukan melalui sidang keberatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam sidang tersebut, Sandra menegaskan bahwa semua barang yang dimilikinya diperoleh secara sah. Ia menyebutkan bahwa koleksi tas dan perhiasan yang kini disita negara adalah hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun di dunia hiburan, kolaborasi endorsement dengan merek-merek besar, serta pembelian pribadi dan hadiah.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum menikah, dirinya dan suaminya, Harvey Moeis, telah memiliki perjanjian pisah harta. Dengan demikian, aset pribadinya seharusnya tidak terkait dengan kasus korupsi tata kelola timah yang menyeret Harvey Moeis.

Namun, pandangan berbeda datang dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam sidang yang digelar pada Jumat 24 Oktober 2025, penyidik Max Jefferson Mokola menjelaskan alasan mengapa sejumlah barang mewah Sandra Dewi tetap disita.

Menurutnya, hasil penyelidikan menunjukkan adanya aliran dana mencurigakan masuk ke rekening aktris tersebut. “Untuk Sandra Dewi, aset yang disita berupa tas, perhiasan, kavling tanah, hingga apartemen. Selain itu, aset atas nama adiknya, Kartika dan Raymond, juga turut disita, termasuk tanah beserta bangunan di atasnya,” jelas Max di depan majelis hakim.

Dugaan Aliran Dana Rp 3,1 Miliar dari Money Changer

Penyelidikan semakin menarik ketika Kejagung menemukan transaksi senilai Rp 3,1 miliar dari pemilik money changer PT Quantum Skyline Exchange, Helena Lim, ke rekening Sandra Dewi. Dalam slip transfer, tercantum keterangan “pembayaran utang”.

Namun, menurut Max, antara Helena dan Sandra tidak memiliki hubungan bisnis atau utang-piutang. Ia menegaskan, uang tersebut dikirim atas permintaan langsung dari Harvey Moeis. “Setoran tunai dilakukan pada 21 Juni 2018 dalam tiga slip berbeda dengan total Rp 3,15 miliar. Berdasarkan keterangan Helena, transfer itu dilakukan atas permintaan Harvey untuk diberikan ke Sandra,” ujarnya.

Selain itu, Harvey diduga memiliki rekening terpisah yang digunakan untuk membelanjakan hasil korupsi, termasuk untuk membeli barang-barang mewah yang kini dimiliki Sandra Dewi.

Harvey Diduga Biayai Kavling dan Apartemen

Max juga membeberkan bahwa Harvey disebut ikut menanggung pembayaran empat kavling tanah di kawasan elit Permata Regency atas nama Sandra dan dua saudaranya, Kartika Dewi serta Raymond Gunawan. “Harvey-lah yang membiayai pembelian empat blok kavling tersebut. Ia bahkan ikut melunasi cicilan apartemen Pakubuwono, Jakarta Selatan,” ungkap Max menambahkan.

88 Tas Mewah yang Bikin Tanda Tanya

Sandra sebelumnya menuturkan bahwa koleksi 88 tas mewahnya sebagian besar merupakan hasil kerja sama endorsement dengan berbagai merek. Namun, penyidik Kejagung menemukan kejanggalan dalam klaim tersebut. “Hanya tiga pihak yang datang memberikan konfirmasi soal tas-tas itu, dan hasilnya tidak sejalan dengan keterangan Sandra Dewi. Ada anomali yang kami temukan,” ujar Max Jefferson.

Kuasa Hukum Enggan Berkomentar

Usai sidang, media mencoba meminta klarifikasi dari pihak kuasa hukum Sandra Dewi terkait temuan Kejagung. Namun, sang pengacara memilih untuk tidak memberikan pernyataan apa pun.

Kasus penyitaan aset ini menjadi salah satu topik paling ramai diperbincangkan karena melibatkan figur publik yang selama ini dikenal kalem, elegan, dan nyaris tak pernah tersentuh gosip. Di balik citranya yang selalu anggun, kini publik dibuat penasaran dengan lika-liku hukum yang membelit kehidupannya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan