
Kasus Pembunuhan Seorang Istri Pegawai Pajak di Manokwari
Seorang istri pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di Manokwari, Papua Barat, ditemukan tewas setelah mengalami penculikan dan perampokan. Jasad korban, yang berinisial AGT (38 tahun), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam septic tank. Kejadian ini terjadi pada Senin (10/11/2025) siang, saat suaminya sedang tidak ada di rumah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pelaku diketahui tidak hanya menculik korban, tetapi juga melakukan aksi perampokan di kediaman AGT. Jasad korban akhirnya ditemukan di dalam septic tank rumah kosong yang berjarak sekitar 300 meter dari tempat tinggal korban. Penangkapan pelaku, yaitu Gembul alias Yahya Himawan, dilakukan oleh tim gabungan Kepolisian Daerah Papua Barat dan Kepolisian Kota Manokwari. Penangkapan tersebut terjadi kurang dari 24 jam setelah pihak kepolisian menerima laporan.
Proses Penanganan oleh Pihak Berwajib
Kepala Polresta Manokwari, Komisaris Besar Polisi Ongky Isgunawan, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Menurutnya, awalnya polisi menggunakan anjing pelacak untuk mencari jejak korban di rumah kosong tersebut, namun upaya itu belum membuahkan hasil. Setelah jasad AGT ditemukan, pihak kepolisian langsung melakukan evakuasi dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari untuk proses visum.
“Jenazah kami evakuasi ke RSUD Manokwari untuk proses visum,” ucap Ongky. Selain itu, jasad korban akan menjalani autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, pelaku, Yahya Himawan, telah ditahan dan menunggu pemeriksaan lanjutan.
Motif dan Penyelidikan Lebih Lanjut
Menurut informasi awal, pelaku ternyata pernah bekerja di rumah korban. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif dari pembunuhan yang bermula dari penculikan dan perampokan. Ongky menyatakan bahwa informasi lebih rinci akan segera disampaikan setelah penyelidikan selesai.
Selain itu, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk telepon seluler milik korban yang ditemukan di rumah kosong, tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Penyidik juga sudah memeriksa seorang sopir pikap yang dihubungi pelaku menggunakan ponsel korban untuk mengangkut barang-barang.
Penemuan Barang Bukti dan Pengamatan Terhadap Mobil
Berdasarkan penyelidikan awal, korban sempat diturunkan di area belakang Kafe Melodika, Reremi Puncak. Namun, ketika polisi datang, AGT sudah tidak ada lagi. Pihak aparat kemudian memperluas area pencarian hingga menemukan beberapa barang bukti hasil curian dari rumah korban.
Barang tersebut ditemukan di sebuah rumah kosong yang sedang dibangun. Selain itu, Agung juga mengamankan satu unit mobil beserta sopirnya yang diduga ikut terlibat dalam pemindahan barang tersebut.
“Mobil sudah kami amankan, begitu juga orang yang mengemudikannya. Pria tersebut mengaku hanya membawa mobil karena diminta melalui telepon. Kami tetap lakukan pemeriksaan untuk mendalami perannya,” kata Agung.