Sarana Mitra Incar Pendapatan Rp600 Miliar Tahun 2026 dengan Income Berulang

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 18x dilihat
Sarana Mitra Incar Pendapatan Rp600 Miliar Tahun 2026 dengan Income Berulang


aiotrade.CO.ID - JAKARTA.
PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) memiliki rencana ambisius untuk mencapai pendapatan sebesar Rp 600 miliar pada tahun 2026. Target ini akan didorong oleh pendapatan berulang atau recurring income yang berasal dari sektor pertambangan.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, SMIL telah berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 325,44 miliar. Angka ini meningkat secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp 267,86 miliar. Peningkatan ini menunjukkan kinerja positif dan pertumbuhan yang stabil dari bisnis perusahaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin, menjelaskan bahwa target pendapatan sebesar Rp 600 miliar pada 2026 akan didukung oleh peningkatan permintaan jasa alat berat di sektor tambang batubara. Menurutnya, pasar untuk jasa penyewaan alat berat di kawasan tambang sangat besar. Selain itu, batubara masih menjadi salah satu pilar utama dalam ketahanan energi nasional.

SMIL resmi memperluas lini usahanya ke sektor pertambangan melalui skema joint operation dengan sejumlah mitra strategis. Kerja sama ini dilakukan di bawah payung Sarana Cipta Minergi serta bekerja sama dengan PT Barakara dan PT ATOZ sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP). Dalam struktur kerja sama tersebut, Sarana Cipta Minergi menguasai 40% saham operasional, sementara SMIL bertindak sebagai penyedia alat berat utama seperti dump truck, excavator, dozer, hingga peralatan pendukung lainnya.

Tambang baru yang dikelola melalui skema joint operation tersebut berlokasi di Painan, Sumatra Barat. Proyek ini memiliki target produksi awal sebesar 200.000 metrik ton per bulan dan berpotensi meningkat hingga 500.000 ton setiap bulannya. Kualitas batubara yang dihasilkan mencapai GAR 7000 kcal. Hadi menjelaskan bahwa kontribusi SMIL dalam proyek ini terletak pada penyediaan armada alat berat yang diproyeksikan mampu menangani kapasitas sebesar 4 juta ton per tahun.

Melalui ekspansi ini, SMIL menargetkan tambahan pendapatan berulang atau recurring income yang signifikan. Selain itu, perusahaan juga ingin memperluas portofolio bisnisnya di luar sektor transportasi dan logistik.

“Penyediaan alat berat di tambang akan meningkatkan utilisasi armada kami secara berkelanjutan. Hal ini juga akan memperkuat posisi SMIL dalam rantai pasok pertambangan nasional,” ujar Hadi.

Dengan fokus pada sektor pertambangan, SMIL menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan memperkuat posisi di pasar. Proyek ini tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kinerja finansial perusahaan dalam jangka panjang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan