Sat Polairud Parigi Moutong Ajak Nelayan Jadi Mitra Bahari untuk Tindak Illegal Fishing di Teluk Tom

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Sat Polairud Parigi Moutong Ajak Nelayan Jadi Mitra Bahari untuk Tindak Illegal Fishing di Teluk Tom
Sat Polairud Parigi Moutong Ajak Nelayan Jadi Mitra Bahari untuk Tindak Illegal Fishing di Teluk Tomini

Kegiatan Sosial dan Edukasi di Pesisir Teluk Tomini

Di tengah suasana yang hangat dan penuh keakraban, sejumlah nelayan berkumpul di pesisir Desa Sinei Tengah, Kecamatan Tinombo Selatan. Di antara deru ombak dan perahu kayu yang bersandar, personel Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Parigi Moutong hadir dengan tujuan yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menyentuh hati masyarakat yang hidup di sekitar laut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Korps Polairud. Tidak hanya sekadar seremoni, kegiatan ini memiliki misi ganda: membantu dan menyadarkan. Bantuan sosial berupa 40 paket beras, masing-masing seberat lima kilogram, disalurkan kepada para nelayan dan masyarakat pesisir yang tinggal di sekitar Sigolang, Desa Sinei Tengah, dan Desa Poly.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun di balik aksi sosial tersebut, terselip pesan kuat tentang masa depan laut. Sat Polairud menggelar sosialisasi bahaya dan dampak praktik illegal fishing, khususnya pengeboman ikan yang masih kerap terjadi di sebagian wilayah pesisir Teluk Tomini. Dengan pendekatan persuasif, para personel mengajak nelayan agar beralih menjadi mitra bahari, bukan pelaku perusak ekosistem laut.

IPTU Gigih Winanda, SH, Kepala Sat Polairud Polres Parigi Moutong, menjelaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus upaya membangun kesadaran hukum. Menurutnya, menjaga laut bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab moral bersama.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadi mitra bahari Polairud. Mari kita jaga laut Teluk Tomini agar tetap lestari dan menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang. Kalau kita menjaga laut, maka laut juga akan menjaga kita,” ujar IPTU Gigih dengan nada tegas namun bersahabat.

Pendekatan humanis ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap praktik illegal fishing yang merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan hasil tangkapan nelayan. Di banyak daerah, praktik seperti pengeboman ikan telah menyebabkan kerusakan terumbu karang yang parah, menurunkan populasi ikan, dan pada akhirnya memperburuk ekonomi nelayan itu sendiri.

Alih-alih menakut-nakuti dengan ancaman hukum, Polairud memilih membangun kesadaran lewat dialog dan contoh nyata. Setiap paket beras yang diserahkan bukan hanya simbol kepedulian, tapi juga undangan untuk berkomitmen menjaga laut.

Respons masyarakat pun positif. Banyak warga mengaku baru memahami dampak luas dari praktik illegal fishing. “Kami senang sekali dengan penjelasan dari bapak-bapak Polairud. Selama ini kami hanya tahu dilarang, tapi tidak tahu alasannya,” ujar salah seorang nelayan di Sinei Tengah sambil tersenyum.

Kegiatan ini juga membuka ruang komunikasi dua arah antara nelayan dan aparat penegak hukum. Para nelayan diberi kesempatan menyampaikan kendala mereka di lapangan—dari menurunnya hasil tangkapan hingga sulitnya mencari alternatif mata pencaharian ketika musim paceklik datang.

Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif Sat Polairud ini menggambarkan bagaimana pendekatan sosial bisa menjadi strategi efektif dalam menekan pelanggaran di bidang perikanan. Dengan menumbuhkan rasa memiliki terhadap laut, masyarakat diajak menjadi bagian dari solusi, bukan lagi bagian dari masalah.

Polres Parigi Moutong berharap gerakan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di pesisir Sulawesi Tengah. Di tengah tantangan menjaga laut yang kian kompleks, sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci keberhasilan menjaga Teluk Tomini tetap biru, subur, dan penuh kehidupan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan