
Respons Cepat Satgas MBG terhadap Video Viral di Media Sosial
Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur merespons cepat terhadap unggahan video viral di media sosial. Tim satgas melakukan monitoring dan investigasi langsung ke salah satu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Aku Cinta Cianjur (YACC) di Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Kunjungan mendadak ini dilakukan setelah munculnya sorotan publik terhadap menu makanan program MBG yang disajikan di lokasi tersebut. Anggota Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim menemukan adanya kekurangan teknis dalam pelaksanaan program.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
”Masih ada kekurangan kilogram dan belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman),” ujar Yadi pada Sabtu 8 November 2025.
Yadi juga mengatakan bahwa menu yang diperbincangkan di media sosial dan disebut sebagai ”basreng” (bakso goreng) adalah keliru.
”Kami tegaskan, menu yang viral itu bukan basreng, seperti yang disebutkan di media sosial, melainkan olahan dari pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, menengah) setempat. Meskipun bahan makanan yang digunakan memenuhi kandungan gizi dasar, pengelola di lapangan diimbau untuk lebih memperhatikan komposisi dan takaran ideal,” ujarnya.
Kelemahan dalam Pelaksanaan Program
Satgas juga menyoroti kelemahan vital terkait dengan personel pelaksana. Ahli gizi di lokasi SPPG tersebut ternyata belum memiliki surat keputusan (SK) resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meskipun memahami situasi yang mendesak, katanya, keterlibatan ahli gizi ber-sertifikat merupakan unsur wajib demi menjamin kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sebagai tindak lanjut, katanya, Satgas memberikan peringatan resmi kepada pengelola SPPG untuk memperbaiki takaran bahan makanan agar sesuai standar serta mempercepat penerbitan SK ahli gizi.
”Selain itu, menambah jumlah tenaga dapur, mengingat jumlah ideal 5-6 orang. Namun di lapangan hanya satu orang untuk melayani sekitar 2.600 porsi per hari,” katanya.
Tanggapan dari Pengelola SPPG
Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Aku Cinta Cianjur Cimanggu, Syarif, mengatakan, pihaknya menerima kritik dan saran sebagai bentuk perbaikan. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas masukan yang diberikan oleh Satgas MBG.
Peran Program MBG dalam Pembangunan Generasi Sehat
Sebelumnya, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan bahwa program MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat dan berdaya saing. Ia berharap seluruh pelaksana program dapat mematuhi standar gizi nasional serta menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Dia menyebutkan, Satgas MBG akan terus melakukan monitoring terhadap laporan masyarakat. Dengan demikian, program MBG tetap berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.