
Penangkapan Komandan Batalyon Semut Merah KKB di Yahukimo
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama aparat gabungan berhasil melakukan penegakan hukum terhadap Komandan Batalyon Semut Merah Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Yahukimo, Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim alias Junior Bocor Sobolim. Petugas berhasil melumpuhkan pelaku dan membawanya ke RSUD Dekai, namun dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Kamis (6/11).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kaops Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa peristiwa ini berawal dari aksi pembacokan terhadap dua warga sipil bernama Bernior Telena (36) dan Soleman Ilu (30) di Jalan Baliem, Jalur 1, Distrik Dekai. "Kedua korban mengalami luka bacok dan segera dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan perawatan medis," ujarnya.
Menindaklanjuti laporan warga, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap para pelaku. Sekitar pukul 19.55 WIT, tim berhasil menemukan salah satu pelaku utama yang kemudian diketahui sebagai Lipet Sobolim.
Untuk mengelabuhi petugas, lanjutnya, Lipet Sobolim telah berganti nama sebanyak tiga kali, dari Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim, dan terakhir menjadi Junior Bocor Sobolim. "Berdasarkan catatan, Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim merupakan komandan batalyon semut merah KKB di Yahukimo yang memiliki rekam jejak panjang dalam serangkaian aksi kejahatan bersenjata di wilayah Papua Pegunungan," ujarnya.
Riwayat Kejahatan Lipet Sobolim
Catatan kejahatannya mencakup beberapa aksi berdarah. Di antaranya adalah penyerangan terhadap pekerja tambang ilegal di Kampung Kawe Mining 63 yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya. Selain itu, ada pembunuhan terhadap pekerja tambang ilegal bernama Anas di Camp 33, Kampung Kawe, Distrik Awimbom, serta pembunuhan terhadap pekerja tambang ilegal bernama Ariston Kamma di Kampung Kawe, Distrik Awibom.
"Tindakan terhadap pelaku bersenjata merupakan bentuk penegakan hukum yang tegas dan terukur," jelasnya.
Pelaku Lipet Sobolim merupakan komandan batalyon semut merah yang aktif melakukan berbagai aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan. "Penegakan hukum yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Yahukimo agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,” terangnya.
Peningkatan Kewaspadaan Aparat
Dia menambahkan bahwa setelah tewasnya Lipet Sobolim, aparat keamanan akan meningkatkan kewaspadaan di seluruh pos pengamanan untuk mengantisipasi potensi aksi balasan dari kelompoknya.
Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz Kombespol Adarma Sinaga menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi cepat antara tim gabungan Satgas Damai Cartenz, Polres Yahukimo, dan Brimob Polda Papua.
“Begitu laporan pembacokan diterima, tim langsung melakukan respon cepat di lapangan. Hasilnya, dalam waktu kurang dari dua jam, pelaku berhasil dilumpuhkan. Ini menunjukkan kesiapsiagaan personel dalam melindungi masyarakat dari ancaman KKB,” terang Kombes Adarma.
Langkah-Langkah Penegakan Hukum Berkelanjutan
Satgas Ops Damai Cartenz, lanjutnya, memastikan akan terus melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap jaringan kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain: * Peningkatan patroli rutin di wilayah yang dianggap rawan. * Koordinasi intensif dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi lebih cepat. * Pelibatan teknologi dan alat pemantauan modern untuk mempercepat respons terhadap ancaman. * Pelatihan dan penguatan kapasitas personel dalam menghadapi ancaman keamanan.
Dengan langkah-langkah ini, pihak berwenang berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi masyarakat di wilayah tersebut.