
Sidak Harga Beras di Pasar Cilacap, Tim Satgas Pangan Lakukan Pengawasan
Di tengah situasi pasar yang terus bergerak, tim Satgas Pangan Jawa Tengah melakukan sidak mendadak ke beberapa lokasi pasar dan ritel modern di Cilacap. Kegiatan ini dilakukan pada Kamis (23/10/2025) untuk memastikan harga beras tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan yang tidak wajar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sidak kali ini menargetkan beberapa tempat seperti Pasar Sidodadi, Pasar Gede, dua ritel modern yaitu Rita Pasaraya dan Samilaris, serta distributor di Cilacap Utara dan Jeruklegi. Tujuan utamanya adalah untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang dugaan permainan harga beras di pasaran.
Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Pangan Jawa Tengah, Polda Jateng, Polresta Cilacap, serta sejumlah OPD melakukan pengawasan secara serentak. Mereka memeriksa harga beras yang terpasang di papan kecil bertuliskan angka per kilogram.
Hasil sementara menunjukkan bahwa harga beras di ritel modern masih dalam koridor aturan pemerintah. Di minimarket dan swalayan, harga beras premium rata-rata dijual Rp14.900 per kilogram. Sementara itu, beras subsidi pemerintah atau SPHP juga tersedia dan dijual Rp60.500 per kemasan lima kilogram atau sekitar Rp12.100 per kilogram.
Namun, kondisi sedikit berbeda ditemukan di pasar tradisional. Meskipun harga beras medium jenis C4 dan IR masih dijual kisaran Rp13.500 per kilogram, kenaikan justru ditemukan pada jenis beras tertentu seperti mentik wangi yang dihargai lebih tinggi oleh pedagang.
Menurut Perwakilan Satgas Pangan Jawa Tengah, Herdini Nur Airianik, jenis beras khusus memang tidak diatur dalam HET karena masuk kategori premium. Pedagang menyebut harga mentik wangi dan beras aromatik lebih tinggi karena kualitasnya berbeda dengan beras reguler.
Meski demikian, tim tidak langsung memberi sanksi melainkan memilih memberikan pembinaan kepada pelaku usaha. Petugas mutu hasil pertanian akan turun memberi edukasi agar kemasan beras memenuhi ketentuan yang berlaku.
Herdini menegaskan pengawasan harga pangan akan terus dilakukan secara berkala. "Kami tidak ingin harga naik diam-diam setelah sidak selesai, maka pemantauan akan kami lakukan berkelanjutan," tegasnya.
Tujuan sidak ini sederhana, yakni memastikan stok aman, harga terkendali, dan masyarakat tidak menjadi korban permainan pasar. Dengan langkah-langkah yang dilakukan, diharapkan bisa menciptakan suasana pasar yang sehat dan adil bagi semua pihak.