Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pangan Selama Ramadhan
Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pelanggaran (Saber) Pangan Nasional terus berupaya memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pangan tetap terkendali selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan pemantauan yang dilakukan di seluruh Indonesia.
Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, sebagai ketua pengarah satgas, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah kegiatan pemantauan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok. Menurut Syahar, sejak 5 hingga 25 Februari, pihaknya sudah melakukan 28.270 kegiatan pemantauan di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan laporan dari Posko Pusat Satgas Saber Pangan, pada minggu ketiga periode 19–25 Februari 2026, tercatat sebanyak 9.644 laporan kegiatan pemantauan. Angka tersebut meningkat sebanyak 154 laporan atau 1,62 persen dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai 9.490 laporan.
Lima Provinsi dengan Laporan Pemantauan Terbanyak
Syahar juga menyebutkan lima provinsi dengan jumlah laporan pemantauan tertinggi selama periode 5–25 Februari 2026. Berikut daftarnya:
Jawa Barat (Jabar) sebanyak 3.578 laporan
Kalimantan Selatan (Kalsel) 2.388 laporan
Riau 2.224 laporan
Jawa Tengah (Jateng) 2.081 laporan
* DKI Jakarta 1.622 laporan
Pemantauan paling banyak dilakukan terhadap pedagang atau pengecer di 18.864 titik. Diikuti ritel modern 4.413 titik, serta grosir atau toko besar 2.804 titik. Sedangkan pemantauan terhadap distributor, produsen, dan agen jumlahnya relatif lebih sedikit.
Dampak Pengawasan pada Penurunan Harga
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menjelaskan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Satgas Saber Pangan Nasional berdampak langsung pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.
Beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan harga antara lain:
Telur ayam ras
Daging ayam ras
Daging sapi segar
Cabe merah besar
Cabe merah keriting
Minyakita
Bawang putih
Beras medium dan premium
Meski beberapa komoditas pangan masih di atas HET atau HAP di sejumlah provinsi di wilayah Indonesia Timur, tren penurunan harga tetap tampak.
Komoditas yang Masih Menjadi Perhatian
Dari hasil analisis harga, lanjut Ketut, sejumlah komoditas masih berada di atas HET atau HAP. Komoditas yang masih menjadi perhatian satgas terdiri atas:
Beras premium Zona III
Minyakita
Bawang merah
Bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP
Daging sapi segar
Daging kerbau beku
Cabai rawit merah
Gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP
Ini menjadi tugas bersama kementerian dan lembaga terkait seperti Kemenko Bidang Pangan, Kemendagri, Kementan, Kemendag, Polri, Bapanas, Bulog maupun satgas untuk terus melakukan langkah-langkah intervensi ke daerah-daerah yang masih tinggi harga komoditas pangannya.
Upaya Stabilisasi Harga Cabai Rawit Merah
Ketut memastikan Satgas Saber Pangan Nasional sudah mengambil langkah sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga cabai rawit merah. Itu dilakukan melalui dukungan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang bekerja sama dengan Champion Indonesia di tujuh provinsi.
Sehingga cabai rawit merah dari wilayah sentra produksi bisa tersalur ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur.
Satgas terus bergerak ke lapangan bersama pemerintah daerah, dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi, distribusi berjalan lancar, serta tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar