Satreskrim Aceh Barat Daya Periksa 3 SPBU

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Satreskrim Aceh Barat Daya Periksa 3 SPBU
Satreskrim Aceh Barat Daya Periksa 3 SPBU

Pengecekan SPBU di Aceh Barat Daya untuk Hindari Kelangkaan BBM Bersubsidi

Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan pengecekan terhadap tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah setempat. Tujuan dari pengecekan ini adalah untuk memastikan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta mencegah adanya penyalahgunaan atau ketidaksesuaian dalam pendistribusian BBM.

Ketiga SPBU yang diperiksa antara lain:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • SPBU PT Haji Ruslan di Gampong Keude Paya, Kecamatan Blangpidie.
  • SPBU CV Abdullah Kapal Layar di Pante Perak, Susoh.
  • SPBU PT Sudima Jaya Abadi di Pante Cermin, Babahrot.

Pengecekan dilakukan sebagai tindak lanjut dari informasi mengenai adanya kelangkaan BBM bersubsidi di beberapa titik. Menurut Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Wahyudi, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa BBM bersubsidi didistribusikan secara tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Kondisi Stok BBM di SPBU

Dari hasil pengecekan, secara umum stok BBM bersubsidi di wilayah Abdya mencukupi. Namun, terdapat permasalahan khusus pada hari Minggu, di mana kuota Solar cenderung kosong. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan suplai minyak dari Pertamina ke SPBU pada jam-jam tertentu.

Berikut rincian kuota BBM di masing-masing SPBU:

SPBU PT Haji Ruslan di Keude Paya

  • Pertalite: 16 ton per hari (Senin–Sabtu), nihil pada hari Minggu.
  • Bio Solar: 8 ton per hari (Senin–Sabtu), nihil pada hari Minggu.
  • Pertamax: 8 ton per minggu.
  • Dexlite: 8 ton per dua bulan.
  • Stok darurat: Solar 2.500 liter, Pertalite 2.500 liter, Pertamax 8.100 liter, Dexlite 6.000 liter.

SPBU CV Abdullah Kapal Layar di Pante Cermin

  • Pertalite: 16 ton per hari (Senin–Sabtu), nihil pada hari Minggu.
  • Bio Solar: 8 ton per hari (Senin–Sabtu), nihil pada hari Minggu.
  • Pertamax: 40 ton per bulan.
  • Dexlite: 8–10 ton per tiga bulan.
  • Stok darurat: Bio Solar nihil, Pertalite 15.000 liter, Pertamax 3.000 liter, Dexlite 2.000 liter.

SPBU PT Sudima Jaya Abadi di Pante Cermin

  • Pertalite: 8–16 ton per hari (Senin–Sabtu), nihil pada hari Minggu.
  • Bio Solar: 8–16 ton per hari (Senin–Sabtu), nihil pada hari Minggu.
  • Pertamax: 30–40 ton per bulan.
  • Dexlite: 8–10 ton per tiga bulan.
  • Stok darurat: Bio Solar 5.150 liter, Pertalite 4.239 liter, Pertamax 7.400 liter.

Pentingnya Terapi Alat Ukur di SPBU

Selain itu, Polres Abdya juga menekankan kepada pengelola SPBU untuk rutin melakukan tera ulang (pengujian berkala terhadap alat ukur, takar, dan timbang). Langkah ini penting untuk memastikan akurasi pengukuran BBM dan mencegah adanya penyimpangan.

Menurut Wahyudi, pihak SPBU diminta untuk menjalankan proses distribusi dengan benar dan transparan. Jika terjadi penyalahgunaan, maka akan dilakukan tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku.

Kesimpulan

Pengecekan SPBU oleh Polres Abdya merupakan langkah proaktif dalam memastikan kelancaran pasokan BBM bersubsidi di wilayah setempat. Dengan pengawasan yang ketat dan pemantauan rutin, diharapkan dapat menghindari terjadinya kelangkaan BBM dan memastikan distribusi yang adil dan tepat sasaran.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan