
JAKARTA, aiotrade
- Ugi (53), salah seorang orang tua siswa korban ledakan di SMA 72 Kelapa Gading mengungkapkan bahwa anaknya harus menjalani tiga kali operasi akibat peristiwa tersebut.
"Udah dua kali operasi, operasi pertama di kepala kena gendang telinga," ujar Ugi di depan SMAN 72 Jakarta, Senin (10/11/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Setelah itu, anaknya kembali menjalani operasi kedua pada tangan karena ditemukan paku yang masih tertinggal di dalam luka.
"Akhirnya dioperasi lagi kedua hanya tangan, ada ketinggalan barang, paku dia bilang besar, paku," kata Ugi.
Kemudian, anak Ugi juga akan kembali dioperasi untuk yang ketiga kalinya. Kali ini akan dioperasi di dekat batang otaknya.
"Jadi ada hasil rontgen itu, nah itu ada kelainan di sarafnya," ujar Ugi.
Saat ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi, anak Ugi berada di posisi terdekat. Begitu ada ledakan, anaknya langsung tak sadarkan diri.
"Jadi, saat ledakan pertama ya sudah dia enggak sadar, gitu kan. Digotong, sempat viral karena darahnya banyak," kata Ugi.
Ugi menjelaskan, anaknya saat ini dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. kondisi anak Ugi sudah sadar, tetapi masih dalam pengawasan intensif.
Sebelumnya, ledakan terjadi di masjid sekolah SMAN 72 pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB.
Ledakan terdengar saat siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah, yang berada di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading.
Keterangan saksi menyebutkan, suara ledakan pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, lalu disusul suara ledakan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda.
Ledakan itu mengakibatkan 96 orang luka-luka.
Penyelidikan awal kepolisian menunjukkan pelaku diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut.
Siswa itu sebelumnya dikabarkan mengalami perundungan yang diduga menjadi salah satu latar belakang aksinya.
Polisi juga menemukan benda menyerupai airsoft gun dan revolver di lokasi kejadian.
Setelah diperiksa, kedua senjata tersebut dipastikan merupakan senjata mainan.
Belum diketahui secara pasti penyebab ledakan SMAN 72 Jakarta itu.
Peristiwa Ledakan di Sekolah: Dampak yang Membuat Banyak Orang Terluka
Ledakan yang terjadi di SMA 72 Kelapa Gading memicu kekacauan besar di lingkungan sekolah. Saat kejadian, para siswa dan guru sedang menjalankan ibadah salat Jumat di masjid sekolah.
Beberapa saksi mata mengungkapkan bahwa suara ledakan pertama terdengar saat khotbah sedang berlangsung. Setelah itu, muncul suara ledakan kedua yang berasal dari arah yang berbeda.
Akibat dari ledakan tersebut, sebanyak 96 orang mengalami luka-luka. Para korban kemudian segera mendapatkan pertolongan medis.
Penyelidikan Awal Polisi
Menurut informasi awal dari pihak kepolisian, pelaku diduga adalah salah satu siswa di sekolah tersebut. Sebelum kejadian, siswa tersebut dikabarkan mengalami perundungan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang diduga memicu aksi yang dilakukannya.
Selain itu, polisi juga menemukan beberapa benda mencurigakan di lokasi kejadian. Benda-benda tersebut antara lain menyerupai airsoft gun dan revolver. Namun setelah diperiksa, ternyata kedua senjata tersebut adalah senjata mainan.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari ledakan tersebut masih belum diketahui. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memperoleh informasi yang lebih jelas.
Pengalaman Orang Tua Siswa Korban
Salah satu orang tua siswa korban, Ugi, menceritakan pengalamannya selama proses pemulihan anaknya. Anaknya harus menjalani tiga kali operasi akibat cedera yang dialaminya.
Operasi pertama dilakukan di bagian kepala, tepatnya di gendang telinga. Setelah itu, anaknya kembali menjalani operasi kedua pada tangan karena ada paku yang tersisa di luka.
Paku tersebut ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan medis. Operasi ketiga akan dilakukan di dekat batang otak anak Ugi. Hasil rontgen menunjukkan adanya kelainan pada sarafnya.
Anak Ugi saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Meskipun sudah sadar, kondisinya masih dalam pengawasan intensif.
Reaksi Masyarakat dan Kekhawatiran
Peristiwa ledakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak orang khawatir dengan keselamatan siswa di sekolah-sekolah.
Beberapa orang tua siswa mengingatkan pentingnya meningkatkan pengawasan dan keamanan di lingkungan sekolah. Mereka juga berharap agar pihak berwenang dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi siswa-siswa.
Selain itu, masyarakat juga meminta penjelasan yang lebih jelas tentang penyebab ledakan tersebut. Mereka ingin tahu apakah ada faktor-faktor lain yang turut berkontribusi dalam kejadian ini.
Dengan situasi seperti ini, semoga semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.