Satu Tahun Menteri Nusron, Nilai Ekonomi Pendaftaran Tanah Tembus Rp1.021 Triliun

admin.aiotrade 27 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Satu Tahun Menteri Nusron, Nilai Ekonomi Pendaftaran Tanah Tembus Rp1.021 Triliun
Satu Tahun Menteri Nusron, Nilai Ekonomi Pendaftaran Tanah Tembus Rp1.021 Triliun

Capaian Signifikan di Sektor Pertanahan dalam Satu Tahun Terakhir

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan capaian yang luar biasa dalam sektor pertanahan selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Program pendaftaran tanah terus menunjukkan peningkatan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun negara.

“Pendaftaran tanah bukan hanya soal administrasi, tapi juga fondasi ekonomi. Setiap bidang tanah yang terdaftar berarti kepastian hukum bagi rakyat, sekaligus membuka potensi ekonomi yang luar biasa,” ujar Menteri Nusron, Kamis (23/10/2025).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selama satu tahun terakhir, tercatat sebanyak 4.002.281 bidang tanah berhasil didaftarkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.687.686 bidang telah memiliki sertifikat. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan dalam memastikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Dari upaya tersebut, tambahan nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp1.021,95 triliun. Nilai ini mencerminkan kontribusi langsung program pendaftaran tanah terhadap peningkatan aset masyarakat, akses permodalan, serta penerimaan negara.

Menteri Nusron merinci bahwa kontribusi ekonomi tersebut berasal dari beberapa sumber, antara lain:

  • Hak Tanggungan: Rp980,5 triliun
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Rp25,9 triliun
  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp3,15 triliun
  • Pajak Penghasilan (PPh): Rp12,4 triliun

“Pendaftaran tanah memberikan dampak ekonomi yang konkret, bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi negara,” kata Menteri Nusron.

Pemutakhiran Data Spasial untuk Pembangunan yang Lebih Efektif

Selain percepatan pendaftaran tanah, Kementerian ATR/BPN juga melakukan pemutakhiran data spasial seluas 3,05 juta hektare di luar kawasan yang memiliki batasan tertentu, seperti garis pantai, sempadan sungai, dan kawasan hutan. Peningkatan kualitas data spasial ini memastikan pemanfaatan ruang dapat berjalan lebih tepat sasaran dan minim sengketa.

“Data spasial yang valid menjadi kunci agar pembangunan berjalan terukur, investasi aman, dan konflik pertanahan dapat diminimalkan,” tegas Menteri Nusron.

Capaian Nasional dalam Pendaftaran Tanah

Hingga saat ini, sudah ada 123,3 juta bidang tanah yang terdaftar secara nasional, dengan 97 juta bidang di antaranya telah bersertipikat. Capaian ini memperlihatkan percepatan nyata menuju target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sekaligus memperkuat upaya pemerataan aset bagi seluruh warga negara.

“Dengan tanah yang terdaftar dan bersertipikat, masyarakat memiliki kepastian hukum untuk berusaha, mengakses kredit, dan meningkatkan nilai ekonomi asetnya. Itulah esensi Reforma Agraria yang sesungguhnya,” pungkas Menteri Nusron.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan