Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KPK Minta Kabinet Jaga Integritas Cegah Korupsi

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KPK Minta Kabinet Jaga Integritas Cegah Korupsi

KPK Mendorong Penguatan Integritas di Seluruh Jajaran Kabinet

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan pentingnya menjaga integritas di seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Hal ini disampaikan dalam memperingati satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa lembaganya terus mendukung visi Presiden dalam memperkuat sistem antikorupsi di Indonesia melalui berbagai pendekatan. Ia menegaskan bahwa komitmen Presiden dalam pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui upaya pendidikan, tetapi juga pencegahan, pendidikan, serta koordinasi dan supervisi.

“Sebagaimana komitmen Bapak Presiden dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, KPK kemudian juga menerjemahkan pemberantasan korupsi itu tidak hanya melalui upaya-upaya pendidikan, tapi juga upaya-upaya pencegahan, pendidikan, dan juga koordinasi dan supervisi,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (20/10).

Ia menjelaskan bahwa KPK berupaya mengintegrasikan berbagai fungsi yang dimilikinya agar pemberantasan korupsi tidak hanya berhenti pada penindakan. Contohnya, dari beberapa penanganan perkara yang KPK lakukan, lembaga tersebut mendorong agar perkara itu menjadi pemantik, menjadi trigger bagi instansi terkait untuk kemudian melakukan perbaikan supaya sistem dan tata huruannya menjadi lebih baik lagi.

“Misalnya dari beberapa penanganan perkara yang KPK lakukan, KPK kemudian mendorong agar perkara itu menjadi pemantik, menjadi trigger bagi instansi terkait untuk kemudian melakukan perbaikan supaya sistem dan tata huruannya menjadi lebih baik lagi,” ujar Budi.

Budi menegaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan agar ruang terjadinya tindak pidana korupsi semakin kecil. “Sehingga potensi-potensi risiko terjadinya korupsi itu menjadi minimized, menjadi kita persempit ruang potensi terjadinya tindak bencana korupsi,” tuturnya.

Contoh Langkah Konkret KPK dalam Penanganan Perkara

Budi mencontohkan langkah konkret KPK dalam menangani perkara di sektor ketenagakerjaan. KPK telah menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel dan 10 tersangka lainnya.

“Sebagai contoh dalam perkara di Kementerian Ketenagakerjaan, di mana KPK saat ini sedang menangani dua perkara, terkait dengan rencana penggunaan tenaga kerja asing dan juga sertifikasi K3. Di mana dua perkara itu terkait dengan pelayanan publik, yang langsung bersentuhan dengan hajat hidup masyarakat banyak,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa praktik korupsi di sektor pelayanan publik akan berdampak luas terhadap masyarakat. Karena itu, KPK mendorong kementerian dan lembaga terkait agar segera memperbaiki sistem dan tata kelola pelayanan publik.

“Oleh karena itu, KPK kemudian mendorong kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan juga stakeholder terkait di sektor ketenagakerjaan kemudian melakukan langkah-langkah perbaikan supaya negara bisa memberikan pelayanan publik yang optimal bagi warga negaranya,” tegas Budi.

Pentingnya Penguatan Nilai Integritas di Tubuh Birokrasi

Lebih lanjut, Budi menekankan pentingnya penguatan nilai integritas di tubuh birokrasi, termasuk di jajaran kabinet. Ia menegaskan bahwa pentingnya menjaga integritas untuk mencegah potensi korupsi.

“Nah, bicara pemerantasan korupsi selain penindakan, pencegahan tentu juga kita penting melakukan internalisasi nilai-nilai integritas, nilai-nilai antikorupsi. Supaya sistem yang sudah dibangun secara akuntabel, transparan maka kemudian didukung dengan personel-personel yang berintegritas,” pungkasnya.

Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, KPK berkomitmen untuk terus mendorong penguatan sistem antikorupsi di Indonesia. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan