Kebijakan Pro-Rakyat di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral Mulai Berdampak
Satu tahun kebijakan pro-rakyat di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai terasa dampaknya. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia (SDM) agar manfaat pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.
Program ESDM Fokus pada Pelatihan Tenaga Kerja Lokal dan UMKM

Program ESDM kini tidak hanya berhenti pada proyek fisik. Pemerintah membuka pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja lokal, memberi ruang bagi UMKM dan koperasi untuk ikut dalam rantai pasok industri, serta menempatkan proyek strategis di luar pusat ekonomi agar dampaknya lebih merata.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Transformasi ini tidak hanya berdampak perubahan struktur ekonomi, tetapi juga perbaikan mutu manusia sebagai subyek pembangunan, ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (21/10).
Langkah konkret ini telah membuahkan hasil nyata. Kementerian ESDM telah memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada puluhan ribu tenaga kerja sektor energi dan pertambangan. Dampaknya, lebih dari 276 ribu peluang kerja baru tercipta dari proyek-proyek hilirisasi yang dijalankan pemerintah.
Aneka program (ESDM) membuat ibu-ibu bisa menjahit hingga malam, anak-anak belajar dengan cahaya terang, nelayan hasil tangkapannya lebih awet, jelas Bahlil.
Menurutnya, transformasi ekonomi di sektor energi bukan cuma soal angka pertumbuhan, tapi juga tentang kesejahteraan manusia di baliknya.
Dampak Positif untuk Ekonomi Nasional

Program pembangunan SDM di sektor ESDM juga memberi efek positif pada keuangan negara. Data Kementerian ESDM mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga semester I 2025 mencapai Rp183,3 triliun, atau 71,99 persen dari target tahunan.
Sebagian besar disumbang dari subsektor mineral dan batubara sebesar Rp100,2 triliun, serta minyak dan gas bumi senilai Rp73,3 triliun. Tak hanya itu, investasi di sektor ini juga tumbuh pesat. Hingga Agustus 2025, total realisasi investasi mencapai US$17,20 miliar, naik 8,5 persen dari tahun sebelumnya. Subsektor migas menyumbang US$10,22 miliar, sementara minerba mencapai US$3,80 miliar.
Presiden Prabowo telah memandu dengan tepat dan tegas arah baru (kebijakan sektor ESDM) terhadap amanat konstitusi tersebut, ujar Bahlil.
Transformasi di Sektor ESDM Memberi Ruang Bagi Masyarakat

Capaian ESDM ini menandai dua hal penting: hilirisasi berjalan secara berkelanjutan dan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah terus meningkat. Dengan makin banyaknya produk bernilai tambah yang dihasilkan di dalam negeri, peluang pajak dan peningkatan pendapatan daerah juga semakin terbuka.
Transformasi di sektor ESDM kini bukan hanya soal energi, tapi juga tentang manusia bagaimana pembangunan memberi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, bekerja, dan berdaya di negeri sendiri.