
Presiden ke-6 Indonesia Beri Peringatan Soal Ancaman Perang Dunia Ketiga
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan peringatan penting mengenai ancaman potensi pecahnya perang dunia ketiga jika ketegangan geopolitik global tidak segera diredam. Pernyataan ini disampaikan dalam orasi ilmiahnya saat memperingati Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada Selasa 11 November 2025.
Kekhawatiran SBY Terhadap Ketegangan Global
Dalam orasinya yang bertema “Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera: Perspektif Pembangunan Ekonomi yang Adil dan Berkelanjutan,” SBY menyampaikan kekhawatirannya terhadap meningkatnya ketegangan antar negara besar dunia. Ia menilai bahwa nasionalisme yang ekstrem dan tindakan sepihak dari negara-negara besar dapat berdampak buruk terhadap kerja sama global.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Setiap negara memiliki kepentingan masing-masing. Dengan nasionalisme yang ekstrem, dengan tindakan sepihak terutama dari negara-negara yang besar, negara-negara yang memiliki veto power. Terjadi kemunduran kerja sama global baik multilateral maupun regional,” ujarnya di Graha Sepuluh Nopember ITS.
SBY menyoroti bahwa kondisi geopolitik saat ini semakin tidak menentu karena agenda politik dan ekonomi dari negara superpower seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Menurutnya, sikap saling menekan antar kekuatan besar tersebut dapat mengancam perdamaian dunia.
Peringatan Mengenai Potensi Perang Dunia Ketiga
SBY menegaskan perlunya seluruh negara besar untuk menahan diri dan lebih mengedepankan dialog diplomatik agar bisa mencegah perang terbuka. Ia memperingatkan bahwa jika situasi ini terus dibiarkan, kemungkinan pecahnya perang dunia ketiga sangat besar.
“This one has to stop. Kalau tidak dihentikan, pertama sangat mungkin terjadi peperangan yang lebih besar. World War III sangat mungkin terjadi, sangat mungkin,” ucapnya tegas.
Sebagai mantan jenderal dan pakar hubungan internasional, SBY menilai situasi global saat ini berada dalam fase yang sangat genting. Ia menambahkan bahwa tanda-tanda eskalasi konflik sudah mulai tampak di berbagai kawasan, termasuk Eropa Timur dan Timur Tengah.
“Saya jenderal, saya ngerti geopolitik, saya ngerti hubungan internasional, saya mengerti peace and security. Anytime good happen,” tuturnya.
Masih Ada Harapan Perdamaian
Meski begitu, SBY tetap optimistis bahwa perang dunia ketiga masih bisa dicegah jika para pemimpin dunia bersedia bekerja sama untuk meredam konflik. “Saya termasuk barisan yang percaya bahwa Perang Dunia III yang sangat menakutkan tetap bisa dicegah. Can be prevented, can be avoided. If there is a will, there is a way, tergantung para pemimpin dunia sekarang ini,” ujarnya.
Selain mengingatkan soal ancaman perang, SBY juga menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa perekonomian dunia harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, bukan sekadar mengejar keuntungan tanpa batas.
Peran Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Generasi Berkualitas
Dalam kesempatan yang sama, SBY mendorong masyarakat Indonesia untuk ikut berperan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Ia menilai bahwa diplomasi Indonesia harus terus aktif mengedepankan nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas global.
Acara Dies Natalis ITS ke-65 itu juga menandai peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang kreatif dan berwawasan global. Dengan tema “Creating, Innovating, Impacting,” ITS berkomitmen melahirkan inovasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat daya saing bangsa di kancah internasional.