Sebelum Longsor, Air Bersih Kampung Cipondok Subang Selama Tahunan Dari Aqua

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 12x dilihat
Sebelum Longsor, Air Bersih Kampung Cipondok Subang Selama Tahunan Dari Aqua
Sebelum Longsor, Air Bersih Kampung Cipondok Subang Selama Tahunan Dari Aqua

Peristiwa Longsor di Cipondok dan Dampaknya pada Ketersediaan Air Bersih

Pada 7 Januari 2024 lalu, terjadi bencana longsor di lokasi mata air Cipondok yang berada di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Kejadian ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, sumber air bersih bagi warga RT 05 Kampung Cipondok mengalami gangguan.

Ketua RT 05, Sarwa menjelaskan bahwa kondisi ini bukan kesalahan pihak AQUA. Meskipun AQUA mengambil sumber air baku dekat sumber air PDAM di wilayah tersebut, kejadian longsor tidak bisa dikaitkan dengan tindakan mereka. Hal ini karena RT 05 secara demografis berada di dataran yang lebih tinggi dibandingkan dua RT lainnya di RW 01, Cipondok.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Keberadaan tebing yang longsor menyulitkan warga mendapatkan air bersih seperti sebelumnya. Namun, menurut Sarwa, AQUA telah melakukan kewajiban mereka dalam membantu penyediaan air bersih. Mereka langsung mengirim bak penampungan air ke warga setelah kejadian longsor dan mencarikan sumber mata air alternatif.

Meski begitu, sumber mata air yang ditemukan oleh AQUA memang agak kecil, sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air warga RT 05. Oleh karena itu, warga berinisiatif menggunakan air dari persawahan yang dekat sumber mata air tersebut untuk disalurkan melalui pipa ke bak penampungan.

Sarwa menegaskan bahwa kekurangan air yang terjadi di 50 KK yang ada di RT 05 bukanlah kesalahan AQUA. Ia juga menyampaikan bahwa ia hanya mengeluhkan bagaimana kampung ini bisa kembali seperti dulu, saat suplai air bersih tercukupi. Ia hanya bertanya apakah warga bisa diizinkan mengambil air dari bawah, tanpa menyalahkan AQUA sama sekali.

Sebelum kejadian longsor, ketersediaan air bersih di Cipondok sangat tercukupi dari bantuan AQUA. Namun, kendala utama saat ini adalah masalah listrik yang kurang. Menurut Sarwa, mesin-mesin yang digunakan sering rusak karena listrik yang tidak stabil. Warga juga harus menanggung biaya pemakaian listrik bulanan, meskipun beban awalnya ditanggung oleh AQUA.

Di tempat yang sama, mantan RT 05 Cipondok, Pendi, mengatakan bahwa sebelum longsor, AQUA memberikan bantuan bak penampungan air dekat sumber air baku mereka. Untuk menarik air ke pemukiman warga yang berada di atas, mereka menggunakan mesin yang disediakan AQUA. Sayangnya, mesin tersebut rusak dan tidak pernah diperbaiki oleh warga.

Menurut Pendi, warga tidak memiliki dana lagi sejak terjadinya musibah longsor. Sebelumnya, dana tersebut berasal dari penjualan tiket wisata mata air Cipondok yang dikelola warga setempat. Wisata air ini menjadi sumber kehidupan bagi warga, namun kini sudah rusak akibat longsor. Hal ini membuat warga tidak memiliki dana lagi untuk membayar tagihan listrik.

Selama bertahun-tahun, masyarakat masih bisa mengambil air bersih dari hulu sungai yang dekat dengan sumber mata air yang berada di dekat sumber air baku PDAM dan AQUA. Air tersebut masih bersih dan jernih, sehingga bisa digunakan untuk minum.

Pendi juga menyampaikan bahwa AQUA melalui kegiatan CSR-nya telah banyak membantu warga RT 05 Cipondok. Mereka memberikan mesin pompa air dan fasilitas bak penampungan. Namun, pemeliharaannya diserahkan kepada warga. Setelah kejadian longsor, warga tidak memiliki dana lagi untuk mengelola bak penampungan karena tidak ada lagi pemasukan dari wisata air yang rusak.

Meski begitu, Pendi mengatakan bahwa ia masih bisa mengambil air bersih dari bak penampungan yang berada di bawah pemukiman. Ia menggunakan pompa manual untuk menarik air tersebut. Meski airnya kecil, rumahnya hanya berjarak 100 meter dari bak penampungan.

Didin, mantan Ketua RW 02 Kampung Cipondok, juga menyampaikan bahwa sebelum longsor, sumber mata air di bawah perkampungan warga sangat besar dan memiliki tempat pariwisata. Ia mengatakan bahwa sejak 2013, AQUA memberikan bantuan air bersih melalui program CSR yang berdampingan dengan Yayasan Pesat.

Setelah kejadian longsor, mesin pompa air di kampung Cipondok tertimpa longsor. Namun, dua hari setelah kejadian, tim CSR dari AQUA sudah mempersiapkan sarana air bersih untuk warga. Warga pun berinisiatif menambah debit air dari persawahan agar warga sekitar Cipondok bisa mendapatkan air.

Dalam waktu dekat, AQUA akan membantu membangun fasilitas air bersih untuk warga kampung Cipondok.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan