
Liverpool kembali mengalami kekalahan dalam pertandingan Liga Inggris 2025-2026, yang membuat jumlah kekalahan mereka mencapai angka yang sama dengan musim lalu. Tim asal Merseyside ini harus menerima kekalahan dari Brentford di pekan kesembilan, yang berlangsung pada Minggu (26/10/2025) di Gtech Community Stadium.
Pertandingan ini berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Brentford. Liverpool tertinggal dua gol lebih dulu melalui gol Dango Ouattara di menit ke-5 dan Kevin Schade di menit ke-45. Meskipun berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Milos Kerkez di menit ke-45+5β, The Reds tetap kalah di babak kedua setelah Igor Thiago mencetak gol penentu di menit ke-60.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di akhir pertandingan, Liverpool baru bisa mencetak gol kedua melalui Mo Salah di menit ke-89. Skor akhir 3-2 terus bertahan hingga pertandingan usai. Hasil ini membuat Liverpool kini telah mengalami empat kekalahan dari sembilan pertandingan di Liga Inggris 2025-2026. Angka ini sama dengan jumlah kekalahan mereka di Liga Inggris 2024-2025.
Pada musim lalu, Liverpool hanya empat kali kalah dari total 38 pertandingan yang dimainkan. Mereka sukses meraih gelar juara Liga Inggris dengan hasil tersebut. Namun, performa buruk di awal musim ini mengancam peluang Liverpool untuk mempertahankan gelar.
Dari sembilan pertandingan yang telah dilalui, masih ada 29 laga tersisa yang akan dimainkan Liverpool. Untuk menjaga catatan buruk ini, klub harus menghindari kekalahan di sisa pertandingan. Sayangnya, hal ini tampaknya sulit dicapai mengingat performa tim yang belum stabil.
Empat kekalahan beruntun dalam empat laga terakhir menjadi bukti bahwa Liverpool sedang menghadapi tantangan besar. Hal ini mengingatkan pada rekor buruk yang pernah mereka alami di musim 2020-2021, ketika mereka juga kalah empat kali secara beruntun setelah memenangkan liga.
Meski begitu, Arne Slot, pelatih Liverpool, tidak panik dengan situasi ini. Ia mengatakan memiliki strategi dan ide untuk membawa timnya pulih dari performa buruk di awal musim 2025-2026.
βYang harus saya lakukan adalah melihat apa yang salah dan apa yang benar,β ujarnya. βSaya punya gambaran jelas tentang apa yang harus kami perbaiki, tetapi itu tidak terjadi di pertandingan lain.β
Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan performa Liverpool saat ini antara lain:
- Kurangnya konsistensi dalam pertahanan β Liverpool seringkali kebobolan di babak pertama atau setelah jeda. Hal ini menunjukkan bahwa mereka masih belum mampu menjaga konsistensi dalam pertahanan.
- Masalah dalam penguasaan bola β Beberapa pertandingan terakhir menunjukkan bahwa Liverpool kesulitan menguasai bola dan membangun serangan efektif.
- Kurangnya pengganti pemain kunci β Kehadiran pemain seperti Mohamed Salah dan Virgil van Dijk sangat penting bagi tim, namun kurangnya opsi cadangan dapat memengaruhi performa tim.
Dengan empat kekalahan dalam sembilan pertandingan, Liverpool harus segera melakukan perubahan jika ingin mempertahankan gelar. Pelatih Arne Slot akan menghadapi tekanan besar untuk memperbaiki performa tim dalam waktu dekat.