Sejarah Baru Tenis Indonesia! Janice Tjen Juara WTA Pertama Setelah 23 Tahun, Masuk 80 Dunia

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Sejarah Baru Tenis Indonesia! Janice Tjen Juara WTA Pertama Setelah 23 Tahun, Masuk 80 Dunia

Prestasi yang Menggembirakan bagi Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, terus mencapai pencapaian luar biasa dalam kariernya. Terbaru, ia berhasil masuk peringkat 80 dunia sektor tunggal putri berkat keberhasilannya meraih gelar WTA perdana di WTA 125 Jinan Open 2025. Pencapaian ini menandai langkah besar bagi atlet berusia 23 tahun tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Janice Tjen meraih prestasi menggembirakan pada akhir pekan lalu. Ia mampu menjuarai WTA 125 Jinan Open 2025 setelah mengalahkan petenis Hungaria, Anna Bondar, melalui pertandingan ketat tiga set dengan skor 6-4, 4-6, 6-4. Laga final berlangsung di Jinan Olympic Sports Center, Jinan, pada hari Sabtu (18/10).

Bagi Janice Tjen, gelar Jinan Open 2025 sangat spesial karena merupakan gelar pertamanya dalam turnamen WTA. Meski masih berlevel Challenger, koleksi gelarnya kini semakin bervariasi setelah sebelumnya dia telah mengumpulkan total 13 gelar ITF.

"Juara WTA 125 Jinan. Setelah menghadapi masa-masa sulit di dalam dan luar lapangan, mengangkat trofi ini membuat semuanya berharga," tulis Janice Tjen dalam akun Instagram resminya, Senin (20/10). "Gelar ini untukmu, Nek," tambahnya yang mempersembahkan keberhasilannya untuk sang nenek.

Keberhasilan meraih gelar perdana membuat ranking WTA Janice Tjen makin melejit. Posisinya kini naik 18 anak tangga dari yang sebelumnya 98 menjadi ke-80. Ini jadi peringkat tertinggi sepanjang kariernya.

Chris Bint, pelatih Janice Tjen, mengaku bangga dengan pencapaian atletnya. Ia juga terkesima dengan kerja keras yang dilakukan anak didiknya.

"Gelar tunggal WTA pertama untuk Janice Tjen. Sangat bangga dengan komitmenmu terhadap proses ini selama 26 minggu terakhir bekerja sama denganmu," tulis Chris Bint dalam Instagramnya. "Aku tahu terkadang aku bisa menuntut dengan jam kerja di dalam dan di luar lapangan yang kuminta darimu. Tapi disiplin dan kerja keras yang kau curahkan sambil menikmati prosesnya dan bersenang-senang sungguh luar biasa, dan ini menjadi hadiah karenanya," tambah dia.

Pelatih asal Britania Raya itu pun tak ragu memuji karakter Janice Tjen yang pantang menyerah. Terutama dalam turnamen sebelumnya di WTA 125 Suzhou, di mana Janice saat itu kalah dalam duel tiga set (4-6, 6-1, 6-7) dari Varvara Lepchenko di babak 32 besar.

"Bukti nyata dari karaktermu dan sesuatu yang kusuka adalah bagaimana kau mengerahkan segalanya kemarin saat kalah 7-6 di set ketiga dengan waktu pemulihan 11 jam sambil menghadapi berbagai tantangan dan emosi di luar lapangan. Rasa hormat yang tulus untuk dirimu," ucap Bint.

Sejarah Baru dalam Tenis Indonesia

Membanggakannya lagi, pencapaian Janice Tjen ini mencatatkan sejarah untuk tenis Indonesia. Atlet kelahiran Jakarta itu menjadi petenis Indonesia pertama yang berhasil menjuarai turnamen WTA di sektor tunggal setelah lebih dari dua dekade.

Ya, Indonesia sudah lama tak punya petenis tunggal yang mampu menjadi juara dalam turnamen WTA. Terakhir kali ada atlet Merah Putih yang melakukan itu adalah Angelique Widjaja pada 23 tahun lalu.

Saat itu, Angelique Widjaja sukses menjuarai PTT Pathaya Open 2002, yang merupakan tier lima dari rangkaian turnamen WTA kala itu. Ia jadi juara usai mengalahkan Cho Yoon-jeong asal Korea Selatan.

Selain itu, Janice Tjen juga menjadi petenis tunggal putri Indonesia ketiga yang mampu keluar sebagai juara dalam turnamen WTA. Selain Angelique Widjaja, ada satu legenda lain yang mampu melakukan itu. Dia adalah Yayuk Basuki, legenda tenis Indonesia. Pada masanya dia mampu meraih enam gelar dari delapan final WTA yang dimainkan pada 1991 hingga 1997.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan