
Lamek Alipky Taplo, Pemimpin OPM yang Tewas dalam Operasi Koops Swasembada Papua
Panglima Kodap XV Ngalum Kupel Lamek Alipky Taplo dikenal sebagai salah satu tokoh radikal di wilayah Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Ia tercatat pernah terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan yang merenggut nyawa enam orang dan melukai delapan lainnya. Sebelum akhirnya tewas dalam operasi yang dilakukan oleh Komando Operasi (Koops) Swasembada Papua pada Minggu (19/10), Lamek Taplo telah melakukan berbagai tindakan teror dan penyerangan selama lima tahun terakhir.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Asisten Intelijen Koops Swasembada Papua Letkol Infanteri Renaldy, Lamek Taplo adalah salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang paling aktif dan radikal di wilayah tersebut. Aksi kelompoknya tidak pernah berhenti sejak 2020 hingga 2025, dengan sasaran baik masyarakat sipil maupun aparat TNI.
Berikut rincian aksi-aksi brutal yang dilakukan oleh kelompok Lamek Taplo:
- Menyerang pekerja proyek Jalan Trans Papua pada 2 Maret 2020.
- Merampas senjata dari Pospol Subsektor Oksamol pada 28 Mei 2021.
- Menyerang Satgas Pamtas 403/WP, membakar Puskesmas Kiwirok, dan membunuh tenaga kesehatan pada 13 September 2021.
- Menembaki Pesawat Smart Aviation pada 8 Oktober 2021.
- Membakar sekolah dan fasilitas umum di Kiwirok dan Serambakon pada Desember 2021.
- Menyerang aparat TNI–Polri di berbagai titik antara 2022 hingga 2025.
- Melakukan penembakan terhadap helikopter yang membawa bantuan kemanusiaan pada Oktober 2025.
- Membakar sekolah, gereja, dan Puskesmas Distrik Kiwirok pada Oktober 2025.
Aksi-aksi tersebut menyebabkan kerugian besar, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam keterangannya, Letkol Renaldy menyebutkan bahwa aksi-aksi tersebut mengakibatkan 6 korban jiwa dan 8 luka berat. Selain itu, 7 bangunan fasilitas umum rusak atau dibakar, 6 unit alat berat juga dirusak, serta menghambat pelayanan publik dan pembangunan di wilayah Kiwirok.
Operasi Penyerbuan Markas OPM di Kiwirok Berjalan Lancar
Dalam keterangan yang sama, Renaldy menyatakan bahwa operasi penyerbuan markas OPM di Kiwirok berjalan dengan baik. Ia memastikan bahwa situasi dan kondisi Distrik Kiwirok saat ini sudah mulai kondusif. Aparat keamanan gabungan dari TNI-Polri juga terus melakukan pengamanan dan patroli di sejumlah titik strategis untuk mencegah potensi gangguan keamanan lainnya.
Tewasnya Lamek Alipky Taplo dinilai sebagai pukulan telak bagi struktur OPM di wilayah Pegunungan Bintang. Ini juga menjadi tindakan nyata TNI dalam rangka menjamin keamanan masyarakat di perbatasan demi terciptanya Papua yang aman dan damai.
Peran TNI dalam Menjaga Keamanan Wilayah
Operasi yang dilakukan oleh TNI-Polri menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas wilayah Papua. Dengan adanya tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok radikal seperti OPM, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat setempat. Selain itu, langkah-langkah preventif seperti patroli rutin dan pengamanan di titik-titik strategis juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan.
Dengan tewasnya Lamek Taplo, diharapkan akan ada efek jera bagi kelompok-kelompok lain yang masih berusaha mengganggu keamanan wilayah. Semua upaya yang dilakukan TNI-Polri bertujuan untuk menciptakan suasana yang damai dan stabil di Papua, sehingga pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lancar tanpa gangguan.