Sejarah Metode Operasi Modifikasi Cuaca di Indonesia, Awalnya untuk Irigasi Pertanian

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 19x dilihat
Sejarah Metode Operasi Modifikasi Cuaca di Indonesia, Awalnya untuk Irigasi Pertanian

Sejarah dan Perkembangan Operasi Modifikasi Cuaca di Indonesia

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan cuaca ekstrem. Di tengah situasi banjir yang terjadi di Kota Semarang dan sekitarnya pada hari ini, Sabtu (25/10/2025), BNPB kembali melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko bencana.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC bukanlah hal baru bagi Indonesia. Metode ini pertama kali diuji pada tahun 1977 hingga 1978 oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang kini dikenal sebagai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pada masa itu, fokus utamanya adalah meningkatkan curah hujan untuk kebutuhan irigasi dan pertanian. Namun, seiring perkembangan teknologi, metode ini berkembang menjadi salah satu alat mitigasi bencana yang efektif.

Dalam dua dekade terakhir, OMC sering digunakan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan besar seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, OMC juga diterapkan di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Cara Kerja Operasi Modifikasi Cuaca

OMC merupakan metode yang bertujuan untuk menjemput awan lebih awal dan menurunkan hujan di lokasi yang dianggap aman, biasanya laut atau pegunungan. Ketika potensi awan hujan tinggi terdeteksi di daerah rawan, operasi dilakukan untuk memindahkan awan tersebut ke area yang lebih aman.

Menurut Muhari, BNPB melihat teknologi ini sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi membuat metode konvensional seperti normalisasi sungai dan pompanisasi tidak lagi cukup untuk mengatasi masalah banjir.

Masalah Banjir di Semarang dan Sekitarnya

Masalah banjir di Semarang, Grobogan, dan sekitarnya bukan hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga oleh tata ruang yang padat, sistem drainase yang sudah tua, serta sedimentasi sungai yang belum tuntas.

Muhari menekankan bahwa penguatan mitigasi struktural dan non-struktural secara jangka pendek, menengah, dan panjang tetap menjadi kunci utama mencegah serta meminimalisir potensi risiko bencana.

Namun, ia juga menegaskan bahwa OMC bukan jawaban akhir dari permasalahan banjir. OMC hanya memberikan jeda sementara untuk mengurangi risiko banjir.

Imbauan kepada Masyarakat

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan demikian, masyarakat dapat meminimalkan dampak negatif dari cuaca ekstrem.

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini

Dalam keterangan resmi, Muhari menyampaikan bahwa Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah menginstruksikan Kedeputian Bidang Penanganan Darurat untuk segera melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pada Jumat (24/10/2025) malam, pesawat Cessna Caravan dengan kode registrasi PK-SNM telah mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang.

Pagi ini, Sabtu (25/10), pesawat bermesin tunggal itu memulai tugasnya untuk menebar bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO). Totalnya ada 10 ton NaCl dan 2 ton CaO yang akan ditebar secara berkala melalui beberapa sortie penerbangan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan