Sejarah Tidak Selalu Berulang: November Bisa Jadi Bulan Datar untuk Bitcoin

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Sejarah Tidak Selalu Berulang: November Bisa Jadi Bulan Datar untuk Bitcoin

Perkembangan Harga Bitcoin di Bulan November

Pada bulan November, harapan para investor kripto untuk melihat kenaikan harga Bitcoin tampaknya belum terwujud. Banyak analis memprediksi bahwa pergerakan harga Bitcoin akan cenderung stagnan akibat ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Dalam laporan pasar terbarunya, analis Bitfinex menilai bahwa kondisi makro saat ini sedang dalam fase konsolidasi. Hal ini disebabkan oleh kebijakan moneter yang mulai longgar, tetapi komunikasi dari The Federal Reserve masih campuran.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketua The Fed, Jerome Powell, telah mengisyaratkan adanya ketidakpastian terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember mendatang. Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada 10 Desember kini turun menjadi 67,9%, dibandingkan dengan sebelumnya yang berkisar di atas 90% dalam dua bulan terakhir.

Secara historis, kebijakan pelonggaran moneter biasanya menjadi sentimen positif bagi aset kripto karena investor beralih dari aset aman seperti deposito atau obligasi menuju aset berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil lebih besar. Namun, ekspektasi pasar yang terlalu tinggi terhadap pemangkasan suku bunga justru dapat memicu aksi jual jika The Fed menunjukkan tanda-tanda penundaan atau pembalikan arah kebijakan.

Bitfinex mencatat bahwa sebagian investor mulai kehilangan keyakinan setelah harga Bitcoin gagal menembus kembali level US$116.000. "Kecuali harga mampu pulih dengan kuat di atas kisaran ini, waktu akan menjadi hambatan bagi para bull," tulis laporan tersebut.

Harga Bitcoin (BTC) berada di sekitar US$103.000 pada Selasa malam, turun hampir 3% dalam 24 jam terakhir menurut CoinMarketCap. Pada pukul 09.11 WIB Rabu (12/11/2025), harga Bitcoin di US$103.279 atau turun 2,54% dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, sebagian analis masih optimistis. Berdasarkan data CoinGlass, sejak 2013 Bitcoin mencatat rata-rata kenaikan 41,78% setiap bulan November, menjadikannya bulan historis terbaik bagi aset kripto terbesar dunia itu.

Trader kripto Dave Weisberger mengatakan fundamental Bitcoin tetap kuat. “Konteksnya sangat konstruktif dibanding siklus sebelumnya, dan kita masih berada di dasar, bukan di puncak kisaran harga terhadap aset keuangan lainnya,” ujarnya.

Sementara analis kripto Carl Runefelt dalam unggahan di platform X menulis, “November akan kembali hijau bagi Bitcoin, lilin-lilin hijau besar akan datang.” Pandangan senada disampaikan trader AshCrypto, yang menegaskan dirinya “masih bullish”.

Namun, hingga kini Bitcoin belum mampu mengulangi momentum reli yang terjadi awal Oktober, ketika sempat mencetak rekor tertinggi baru di US$125.100 sebelum anjlok akibat crash pasar 10 Oktober yang menghapus sekitar US$19 miliar posisi leverage di pasar kripto.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan