Sekjen Kemendagri tekankan APBD dan inovasi daerah untuk tingkatkan ekonomi nasional

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Sekjen Kemendagri tekankan APBD dan inovasi daerah untuk tingkatkan ekonomi nasional
Sekjen Kemendagri tekankan APBD dan inovasi daerah untuk tingkatkan ekonomi nasional

Peran APBD dan Inovasi Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menegaskan bahwa optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta penguatan inovasi daerah menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan saat ia mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebagai Keynote Speaker dalam BeritaSatu Regional Forum 2025 dengan tema “Empowering Regions, from Local to Global” di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Desember 2025.

Dalam paparannya, Tomsi menjelaskan bahwa belanja pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi, memperkuat daya beli, serta mendorong konsumsi rumah tangga. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah (Pemda) memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan belanja publik terserap secara cepat dan tepat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Hal ini penting karena menjadi kontributor terbesar untuk angka pertumbuhan nasional dan menstimulasi investasi swasta,” tambahnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyak daerah masih memiliki kapasitas fiskal yang lemah. Oleh karena itu, Pemda perlu memperkuat kemandirian fiskal melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan inovasi kebijakan yang mampu mendorong efisiensi layanan publik.

Tomsi menyampaikan apresiasinya atas meningkatnya inovasi daerah dari tahun ke tahun. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Mal Pelayanan Publik (MPP), yang dinilai mempermudah masyarakat dan pelaku usaha mengakses layanan pemerintah dalam satu lokasi terpadu.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar daerah masih memiliki kapasitas fiskal yang lemah sehingga diperlukan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal. Salah satunya melalui inovasi daerah yang setiap tahun menunjukkan peningkatan. Ia mengapresiasi berbagai terobosan yang telah lahir, termasuk pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mempermudah masyarakat dan pelaku usaha mengakses beragam layanan dalam satu tempat.

Empat Strategi yang Perlu Diperhatikan oleh Pemda

Menjelang kebijakan anggaran tahun 2026, Tomsi menyampaikan empat strategi yang perlu menjadi perhatian Pemda:

  1. Efisiensi dan optimalisasi belanja daerah, terutama melalui percepatan realisasi APBD untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
  2. Pengembangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak memberatkan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan potensi lokal dan teknologi digital.
  3. Pemanfaatan Program Strategis Nasional sebagai peluang pertumbuhan daerah melalui integrasi proyek-proyek besar ke dalam kebijakan daerah.
  4. Penguatan peran swasta melalui kemudahan perizinan, termasuk penyederhanaan, percepatan, dan peningkatan transparansi proses perizinan.

“Hal ini akan mendorong tumbuhnya sektor swasta, memperkuat investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru. Daerah-daerah kita dorong untuk mengecek kembali seluruh persyaratan perizinan yang memang bisa dipangkas, dikurangi, dipercepat waktunya, dan ini akan tentunya membantu percepatan daripada pelaksanaan investasi tersebut,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Governor Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan