
Peran APBD dan Inovasi Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menegaskan pentingnya optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), penguatan inovasi daerah, serta percepatan reformasi layanan publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikannya sebagai keynote speaker pada BeritaSatu Regional Forum 2025 yang bertema "Empowering Regions, from Local to Global" yang diselenggarakan oleh B-Universe di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Tomsi menekankan bahwa belanja pemerintah berperan penting dalam menjaga perputaran ekonomi, memperkuat daya beli, dan mendorong konsumsi rumah tangga. Ia menilai bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan belanja publik terserap secara cepat dan tepat. Hal ini menjadi kontributor terbesar bagi angka pertumbuhan nasional dan sekaligus menstimulasi investasi swasta.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar daerah masih memiliki kapasitas fiskal yang lemah. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal. Salah satu cara adalah melalui inovasi daerah yang setiap tahun menunjukkan peningkatan. Tomsi mengapresiasi berbagai terobosan yang telah lahir, termasuk pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mempermudah masyarakat dan pelaku usaha mengakses beragam layanan dalam satu tempat.
Empat Strategi untuk Pemda dalam Menghadapi Anggaran Tahun 2026
Menjelang kebijakan anggaran tahun 2026, Tomsi menyampaikan empat strategi yang perlu menjadi perhatian Pemda:
- Efisiensi dan optimalisasi belanja daerah, terutama melalui percepatan realisasi APBD untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
- Pengembangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak memberatkan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan potensi lokal dan teknologi digital.
- Pemanfaatan Program Strategis Nasional sebagai peluang pertumbuhan daerah melalui integrasi proyek-proyek besar ke dalam kebijakan daerah.
- Penguatan peran swasta melalui kemudahan perizinan, termasuk penyederhanaan, percepatan, dan peningkatan transparansi proses perizinan.
“Hal ini akan mendorong tumbuhnya sektor swasta, memperkuat investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru. Daerah-daerah kita dorong untuk mengecek kembali seluruh persyaratan perizinan yang memang bisa dipangkas, dikurangi, dipercepat waktunya, dan ini akan tentunya membantu percepatan daripada pelaksanaan investasi tersebut,” ujarnya.
Peran Pemda dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Dalam acara ini, Tomsi juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa dengan optimalisasi APBD dan penguatan inovasi, daerah dapat menjadi motor penggerak utama perekonomian negara. Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa layanan publik yang diberikan efisien dan mudah diakses oleh masyarakat.
Pemda juga diminta untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, baik melalui digitalisasi maupun inovasi lainnya. Dengan demikian, masyarakat akan lebih puas dan dapat memanfaatkan layanan secara maksimal. Hal ini juga akan berdampak positif pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting dalam Acara
Acara ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.