Sekjen PBB Minta Iran dan AS Buka Selat Hormuz Tanpa Hambatan

Sekjen PBB Minta Iran dan AS Buka Selat Hormuz Tanpa Hambatan

PBB Mendorong Kedamaian di Selat Hormuz

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran segera membuka kembali akses ke Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi perdagangan global, terutama dalam distribusi minyak mentah, produk minyak, dan gas alam cair (LNG). Penutupan akses ini telah menyebabkan gangguan serius pada rantai pasok dunia.

Peringatan dari Sekretaris Jenderal PBB

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait keamanan maritim, Senin (27/4), Guterres mengatakan bahwa semua pihak harus membuka Selat Hormuz dan memungkinkan kapal-kapal lewat tanpa adanya biaya atau diskriminasi. Ia menekankan pentingnya menjaga kebebasan berlayar dan hak maritim yang fundamental.

"Biarkan perdagangan pulih dan ekonomi global bernapas," ujar Guterres, seperti dikutip oleh Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan.

Menurut Dujarric, Guterres juga memperingatkan bahwa pelayaran komersial kini sering dijadikan alat untuk memberi tekanan kepada pihak lain. Hal ini menyebabkan pengurangan kebebasan dan hak maritim yang mendasar.

Dampak Blokade Selat Hormuz

Blokade Selat Hormuz saat ini telah mengakibatkan gangguan rantai pasok terburuk sejak pandemi Covid-19 dan konflik di Ukraina. Gangguan ini berisiko memicu darurat pangan global yang akan mengancam jutaan orang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan.

"Gangguan berkepanjangan berisiko memicu darurat pangan global yang menyebabkan jutaan orang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan, terancam kelaparan dan kemiskinan," kata Guterres, seperti dilaporkan Dujarric.

Tindakan Angkatan Laut AS

Angkatan Laut Amerika Serikat mulai melakukan blokade lalu lintas pelayaran yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan di Iran di Selat Hormuz pada 13 April. Jalur ini menjadi jalur distribusi untuk 20 persen pasokan minyak mentah, produk minyak, dan LNG global.

Washington menyatakan bahwa semua kapal yang bukan milik Iran bebas berlayar di Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea apapun kepada Teheran. Namun, tindakan ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas perdagangan dan keamanan maritim.

Pentingnya Kebebasan Berlayar

Guterres menekankan bahwa kebebasan berlayar adalah prinsip dasar dalam hukum laut internasional. Ia menyerukan semua pihak untuk mematuhi prinsip tersebut dan menjaga keamanan serta stabilitas di Selat Hormuz.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap kebebasan berlayar dapat memperparah ketegangan geopolitik dan merugikan ekonomi global. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antar negara untuk menciptakan lingkungan yang aman dan stabil.

Solusi yang Diharapkan

Untuk mengatasi situasi ini, Guterres menyarankan adanya dialog antara pihak-pihak terkait, termasuk AS dan Iran. Ia juga menekankan pentingnya mematuhi perjanjian internasional dan hukum laut yang berlaku.

Selain itu, ia menyarankan agar semua pihak bersedia menempatkan kepentingan global di atas kepentingan nasional. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa Selat Hormuz tetap menjadi jalur perdagangan yang aman dan lancar.

Kesimpulan

Selat Hormuz memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi global. Oleh karena itu, diperlukan tindakan nyata dari semua pihak untuk membuka kembali akses dan memastikan kebebasan berlayar. Guterres menyerukan agar semua pihak bekerja sama untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.