Sekolah di Pamekasan Disegel, Siswa: Kami Ingin Sekolah Seperti Dulu

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Sekolah di Pamekasan Disegel, Siswa: Kami Ingin Sekolah Seperti Dulu


Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberu 2 yang berada di Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, telah mengalami penyegelan selama sebulan terakhir. Proses penyegelan ini dilakukan oleh pihak ahli waris tanpa adanya penyelesaian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Penyegelan terjadi pada hari Minggu, 19 Oktober 2025. Hingga saat ini, sebanyak 111 siswa harus belajar dalam ruang tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para siswa dan orang tua mereka, karena tidak memungkinkan proses belajar mengajar berjalan dengan optimal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Raya, salah satu siswa SDN Tamberu 2, menyampaikan harapannya agar bisa kembali belajar di dalam kelas seperti biasanya. "Kami ingin sekali belajar di kelas seperti dulu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa keinginan ini juga dirasakan oleh teman-temannya, yaitu ingin belajar dalam suasana yang lebih tenang dan aman.

Lia, siswa lainnya, juga menyampaikan keluhan serupa. "Di sini tidak nyaman. Saya ingin belajar di kelas. Tapi mau gimana lagi," katanya. Lia berharap agar sekolah tidak ditutup lagi, mengingat kondisi belajar di tenda sangat tidak nyaman, terutama saat hujan yang membuat tenda becek dan air masuk, serta saat cuaca panas yang membuat debu berterbangan.

Orang tua siswa, Hari, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi siswa yang belajar di tenda. "Kami sangat berharap pemerintah bertindak jangan dibiarkan anak telantar. Ahli waris segera dipanggil untuk mencari solusi terbaik," ujarnya. Ia mengkhawatirkan kondisi siswa yang belajar di tenda saat musim hujan, di mana air sering masuk ke dalam tenda, dan kondisi tanah yang berlumpur serta sampah yang berserakan di sekitar tenda.

Ahli waris, Ach Rasyidi, menyampaikan bahwa sejak penyegelan, tidak ada koordinasi dari pemerintah, baik dari pihak kecamatan maupun Disdikbud. "Tidak ada koordinasi sama sekali dengan kami sampai hari ini," katanya. Hal ini menunjukkan kurangnya komunikasi antara pihak sekolah dan pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang terjadi.

Sementara itu, Kepala SDN Tamberu 2, Angga Diyan Kristiawan dan Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohamad Alwi, menolak memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Bahkan, sejumlah guru pun dilarang memberikan informasi terkait situasi ini.

Akibat penyegelan tersebut, 111 siswa SDN Tamberu 2 terpaksa belajar dalam satu tenda yang dibagi menjadi tiga kelas, dengan satu bangku ditempati oleh tiga siswa. Hal ini menunjukkan dampak besar dari penyegelan yang dilakukan oleh ahli waris, yang menutup pintu pagar sekolah dengan alasan belum adanya ganti rugi tanah dari pemerintah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam situasi ini antara lain:

  • Kondisi Belajar Siswa: Siswa harus belajar dalam ruang tenda yang tidak memadai, sehingga dapat memengaruhi kualitas pembelajaran.
  • Koordinasi Pemerintah: Kurangnya koordinasi antara pihak sekolah dan pemerintah menunjukkan ketidaktanggungjawaban dalam menyelesaikan masalah.
  • Kesejahteraan Anak: Kesejahteraan anak harus menjadi prioritas utama, terutama dalam situasi seperti ini.
  • Solusi Jangka Panjang: Perlu dicari solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.


Dengan situasi yang terjadi, penting bagi semua pihak untuk segera mencari solusi yang tepat agar siswa SDN Tamberu 2 dapat kembali belajar dalam kondisi yang lebih baik.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan