Sekolah Gratis Anak Pemulung Kini Terancam Banjir dan Atap Bocor

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Sekolah Gratis Anak Pemulung Kini Terancam Banjir dan Atap Bocor

Sekolah Gratis untuk Anak Pemulung yang Menghadapi Kondisi Memprihatinkan

Sekolah gratis yang khusus ditujukan bagi anak-anak pemulung belakangan menjadi perhatian masyarakat. Sekolah ini menjadi tempat belajar bagi mereka yang tidak bisa mengakses pendidikan secara umum. Namun, kondisi bangunan sekolah tersebut saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera.

Di kawasan Jalan Sawah Balong, RT 02/04, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, warga berharap adanya bantuan dari pihak luar untuk memperbaiki bangunan Sekolah Anak Percaya. Sekolah informal ini didirikan oleh Aiptu Agus Riyanto dan menjadi tempat belajar tanpa biaya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di sana tersedia program pendidikan setara paket A, B, dan C, serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Maju Bersama.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, di balik semangat belajar para siswa, kondisi bangunan sekolah terlihat rusak akibat bencana banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi. Beberapa bagian atap rusak, sehingga ruang belajar sering tergenang air saat hujan deras. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar terganggu.

“Jujur aja nih sekolah ini kalau udah hujan ya banjir,” ujar salah satu orangtua murid. Ia menambahkan bahwa perbaikan sulit dilakukan karena sekolah ini dikelola secara non-profit dan sebagian besar biaya operasional berasal dari kantong pribadi pendirinya.

Selain itu, Sinta (30), salah satu orangtua murid lainnya, menyampaikan bahwa setiap kali hujan turun, kegiatan belajar mengaji di TPA harus dihentikan karena air masuk ke ruang kelas. “Kalau hujan kami enggak ngaji, libur, karena apa? Bocor. Kalau ngaji juga kan saya kasihan anak-anak takut kepleset, takut apa gitu kan soalnya tergenang lantainya,” tuturnya.

Meski begitu, para orangtua murid tidak tinggal diam. Setelah banjir surut, mereka bergotong royong membersihkan ruangan agar anak-anak bisa kembali belajar. “Jadi kalau misalnya besoknya ngaji, hari ini banjir ya kita bersihin banjirnya dulu. Berharap mungkin diperbaiki biar enggak bocor gitu, biar kalau hujan masih bisa ngaji biar nyaman,” kata Sinta.

Sebelumnya, sejumlah orangtua murid mengaku bersyukur karena anak-anak mereka kini tidak lagi minder bersekolah berkat keberadaan sekolah tersebut. Kini, warga berharap ada pihak dermawan atau lembaga yang tergerak membantu memperbaiki bangunan Sekolah Anak Percaya, agar kegiatan belajar anak-anak di kawasan pemulung itu bisa berjalan dengan nyaman dan aman, tanpa terganggu genangan air setiap kali hujan turun.

Tujuan dan Fungsi Sekolah Anak Percaya

Sekolah ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat marginal, khususnya anak-anak dan warga dari kampung pemulung. Tujuannya adalah memberikan kesempatan belajar secara gratis bagi mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal, baik karena faktor ekonomi, usia, maupun kondisi sosial.

Program yang ditawarkan mencakup pendidikan setara SD, SMP, dan SMA melalui sistem kejar paket (A, B, dan C), serta terbuka bagi semua usia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sekolah Anak Percaya didirikan di beberapa titik permukiman pemulung di wilayah Jakarta seperti Pondok Kopi, Joglo, dan Rawa Bebek, dengan memanfaatkan ruang sederhana seperti aula, masjid, atau tempat komunitas.

Pendanaan kegiatan ini sebagian besar berasal dari dana pribadi, termasuk hasil penjualan lagu “Percaya” dalam bentuk NFT, serta dukungan para donatur dan relawan. Selain mengajarkan pelajaran akademik, sekolah ini juga menanamkan nilai-nilai moral, kepercayaan diri, dan semangat untuk terus belajar demi memperbaiki kualitas hidup.

Keberadaan Sekolah Anak Percaya menjadi simbol bahwa pendidikan dapat menjangkau siapa pun tanpa batasan, serta menjadi bukti nyata bahwa empati dan kolaborasi mampu membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan