
Sekolah Kader KOPRI Se-Jawa Barat 2025: Menyemai Semangat Perubahan Sosial
Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Ciamis Pangandaran menggelar Sekolah Kader KOPRI (SKK) Se-Jawa Barat 2025, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis pada 7-9 November. Kegiatan ini menjadi jenjang kaderisasi formal lanjutan bagi seluruh kader KOPRI setelah sebelumnya mengikuti Sekolah Islam Gender (SIG) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD). Sebanyak 15 peserta dari berbagai cabang KOPRI se-Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan yang penuh makna ini.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kabupaten Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, yang hadir mewakili Bupati Ciamis. Dalam sambutannya, Yadi Tisyadi menekankan pentingnya kehadiran perempuan sebagai aktor utama perubahan sosial.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Perempuan harus hadir bukan sekadar pelengkap, tetapi sebagai subjek aktif perubahan sosial. Melalui Sekolah Kader KOPRI ini, saya berharap lahir generasi pemimpin perempuan yang kritis, progresif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat serta nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.
Menyalakan Revolusi Inklusif dari Ciamis
SKK KOPRI Se-Jawa Barat 2025 bukan sekadar forum pelatihan, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan semangat baru gerakan perempuan muda. Dari Ciamis, kobaran api intelektual dan keberanian perempuan KOPRI menyala, membawa pesan bahwa revolusi inklusif dan berkeadilan dimulai dari ruang-ruang kecil yang berani berpikir besar.
Sekretaris Pelaksana SKK, Lilis Sri Mulyani, menegaskan bahwa tema besar kegiatan tahun ini, "Daulat Perempuan Digdaya: Dekonstruksi Peradaban Inklusif dan Berkeadilan", bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral untuk membongkar narasi ketimpangan gender.
"Tema ini bukan hanya penggalan narasi, tetapi manifestasi dari kesadaran bahwa perempuan harus menjadi poros perubahan sosial. Kita membongkar ketimpangan bukan dengan amarah, tapi dengan ilmu, keberanian berpikir kritis, dan keteguhan hati membangun peradaban berkeadilan," ucapnya.
Kedaulatan Perempuan sebagai Kunci Penyembuhan Peradaban
Ketua KOPRI Cabang Ciamis Pangandaran, Sarah Annisya Nurfauziah, menyampaikan bahwa kedaulatan perempuan adalah kunci penyembuhan peradaban.
"Ketika perempuan berdaulat, maka sesungguhnya peradaban sedang disembuhkan dari luka-luka ketimpangan yang telah lama dibiarkan," ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan forum ini ruang tumbuh bersama, berpikir kritis, dan mempererat solidaritas antar kader.
"Mari kita bergumul dalam pemikiran, bertumbuh dalam solidaritas, dan berjejaring dalam semangat silatulfiqri serta silaturahmi yang menyatukan. Dari kegiatan ini, semoga lahir gelombang kesadaran baru bahwa KOPRI adalah suluh bagi peradaban inklusif, egaliter, dan manusiawi," lanjutnya.
PMII dan KOPRI: Dua Sayap Satu Gerak
Ketua PMII Cabang Ciamis, Muhamad Rifa’i, menegaskan bahwa PMII dan KOPRI adalah dua sayap dari satu gerak perjuangan menuju keadilan sosial.
"Diskriminasi dan marginalisasi terhadap perempuan masih terjadi hingga kini. Maka menjadi kewajiban moral bagi kita untuk bersama meminimalisir hal tersebut," tegasnya.
Ia menambahkan, PMII akan terus mengawal kerja-kerja KOPRI yang berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan.
Sementara itu, Perwakilan Majelis Pembina Cabang (MABINCAB) PMII Ciamis, Ilma Sripa Nurmila, mengingatkan pentingnya menjadikan SKK bukan hanya forum intelektual, melainkan wadah memperkuat gerakan kolektif yang berkeadilan dan anti penindasan.
"Sekolah Kader KOPRI bukan hanya tentang internalisasi nilai intelektual, tapi stimulus untuk terus memacu gerakan kolektif yang merujuk pada keadilan sosial," ujarnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa Kabupaten Ciamis hingga kini belum memiliki Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).
"Ini menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya karena kita aktivis perempuan, tapi karena kita mahasiswa yang membawa dan memberi perubahan," tegasnya.
Kesinambungan Kerja Internal dan Eksternal Organisasi
Ketua KOPRI PKC Jawa Barat, Anisa Nurhopipah Disastra, menutup sesi sambutan dengan menekankan pentingnya kesinambungan antara kerja internal dan eksternal organisasi.
"Keduanya menjadi hal vital agar organisasi berjalan dengan narasi yang kuat, relevan, dan konkret sepenuh spirit," ujarnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap minimnya kerja sosial dari lembaga KPAD Jawa Barat, serta mengajak seluruh kader KOPRI untuk hadir lebih aktif di tengah masyarakat.
"Inilah saatnya perempuan KOPRI mengambil peran nyata, bukan hanya bicara tentang perubahan, tapi menjadi perubahan itu sendiri," tukasnya.