Sekolah Pasar Modal OJK Tingkatkan Literasi Keuangan di Priangan Timur

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Sekolah Pasar Modal OJK Tingkatkan Literasi Keuangan di Priangan Timur

Meningkatkan Literasi Keuangan dengan Keterlibatan Media

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya kembali menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal Bersama Media di Kantor OJK Tasikmalaya, Rabu 12 November 2025. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta melindungi konsumen di wilayah Priangan Timur. Dengan tema “Mempersiapkan Diri dengan Literasi Keuangan dan Investasi”, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang dunia keuangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kegiatan ini melibatkan para insan media massa sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan karena peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat. Melalui kerja sama ini, pesan-pesan literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.

Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, Melati Usman, melalui Kepala Bagian Pengawasan Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) dan Layanan Masyarakat (LMS), Dendy Juandi menjelaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan mandiri secara finansial. Ia menambahkan bahwa kegiatan edukasi keuangan menjadi penting di tengah maraknya tawaran investasi dan pinjaman online yang tidak berizin.

“Kami ingin masyarakat semakin berhati-hati dan mampu membedakan antara produk keuangan yang legal dan yang berisiko. Melalui peran media, pesan-pesan literasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami,” jelas Dendy.

Menurutnya, insan media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan. Ia berharap setelah mengikuti kegiatan SPM ini, peserta tidak hanya menjadi lebih paham dan tercerahkan secara finansial, namun juga tergerak menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing.

Dendy juga menyampaikan data mengenai jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah Priangan Timur hingga Agustus 2025, yang mencapai 452.803 atau sekitar 13,41 persen dari total SID di Jawa Barat dan 2,52 persen secara nasional. Angka ini menunjukkan potensi besar bagi masyarakat Priangan Timur untuk terus tumbuh menjadi investor yang cerdas dan berdaya.

Berdasarkan data per Agustus 2025, jumlah SID di wilayah Priangan Timur secara rinci untuk masing-masing kabupaten/kota yaitu: * Kota Banjar sebanyak 15.432 SID * Kabupaten Ciamis 86.648 SID * Kabupaten Garut 122.164 SID * Kabupaten Pangandaran 8.448 SID * Kabupaten Sumedang 62.232 SID * Kabupaten Tasikmalaya 79.696 SID * Kota Tasikmalaya 78.183 SID

Kegiatan yang diikuti oleh 50 orang yang terdiri dari insan media cetak, radio, TV maupun elektronik ini menghadirkan narasumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat Firman Hananto serta Marketing Equity Retail KIWOOM Sekuritas Indonesia Aditya Fajar Ashari.

Sehari sebelumnya, Selasa 11 November 2025, OJK Tasikmalaya juga melaksanakan kegiatan serupa di Aula Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diikuti 120 peserta dari kalangan UMKM, ASN, dan CPNS. Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan dari BEI Jawa Barat, KIWOOM Sekuritas Indonesia, dan KADIN Kota Tasikmalaya.

OJK menegaskan akan terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media massa, untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan yang sehat dan berintegritas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan