Selain Hari Kebudayaan Nasional, 17 Oktober 2025 Juga Merayakan Hari Apa?

admin.aiotrade 17 Okt 2025 4 menit 21x dilihat
Selain Hari Kebudayaan Nasional, 17 Oktober 2025 Juga Merayakan Hari Apa?

Peringatan Penting yang Diperingati Pada 17 Oktober

Setiap tanggal memiliki kisah dan makna tersendiri, termasuk 17 Oktober. Tanggal ini menyimpan sejumlah peringatan penting baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Pada hari ini, Jumat (17/10/2025), terdapat beberapa peringatan seperti Hari Kebudayaan Nasional, Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, dan Hari Trauma Sedunia. Masing-masing membawa pesan yang berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama yaitu soal kemanusiaan, kepedulian, dan jati diri bangsa. Berikut adalah penjelasan mengenai sejarah, tujuan, serta cara memperingati masing-masing peringatan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hari Kebudayaan Nasional

Pemerintah resmi menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional (HKN) melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 162/M/2025 yang ditandatangani pada Senin (7/7/2025). Penetapan ini bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto. Namun, pemerintah menegaskan bahwa hal tersebut hanya kebetulan belaka. HKN tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional.

Fadli Zon menyatakan bahwa penetapan HKN merupakan cara untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam mengembangkan kebudayaan nasional. Pemerintah memilih tanggal 17 Oktober karena bertepatan dengan peringatan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Sukiman Wirjosandjojo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951. PP tersebut menetapkan Lambang Negara Garuda Pancasila beserta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, Hari Kebudayaan Nasional diharapkan dapat memperkuat identitas nasional, mendorong pelestarian budaya, dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia. Awalnya, penetapan HKN berasal dari para seniman dan budayawan Yogyakarta. Salah satunya adalah maestro ketoprak Nano Asmorodono, yang melakukan kajian sejak awal 2025. Nano menegaskan, pemilihan tanggal 17 Oktober murni didasarkan pada dasar historis pengesahan Bhinneka Tunggal Ika, bukan karena bertepatan dengan hari lahir Presiden.

Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional

Sejarah International Eradication of Poverty Day atau Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional bermula pada 17 Oktober 1987. Kala itu, lebih dari 100.000 orang berkumpul di Trocadero, Paris (lokasi penandatanganan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia) untuk mengenang korban kemiskinan ekstrem, kekerasan, dan kelaparan. Dalam kesempatan itu, mereka menegaskan bahwa kemiskinan melanggar hak asasi manusia. Mereka juga menuntut solidaritas global untuk menjamin penghormatan terhadap hak-hak tersebut.

Pesan ini diabadikan pada batu peringatan yang kemudian menjadi simbol tahunan peringatan setiap 17 Oktober. Replika batu tersebut kini tersebar di berbagai negara, termasuk di taman markas besar PBB di New York sebagai lokasi upacara resmi tahunan badan tersebut. Melalui Resolusi 47/196 yang disahkan pada 22 Desember 1992, Majelis Umum PBB menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kemiskinan.

Negara-negara anggota didorong untuk mengadakan kegiatan nyata yang mendukung upaya penghapusan kemiskinan, dengan dukungan dari organisasi internasional maupun lembaga non-pemerintah. Selain itu, Sekretaris Jenderal PBB juga diminta memastikan peringatan tersebut berjalan efektif di lingkungan PBB.

Hari Trauma Sedunia

Hari Trauma Sedunia diperingati setiap 17 Oktober. Peringatan ini merupakan upaya global untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penanganan darurat dan pencegahan cedera traumatis. Hari ini mengingatkan dunia bahwa trauma menjadi penyebab utama kematian bagi orang di bawah usia 45 tahun. Angka ini lebih tinggi dibanding malaria, HIV/AIDS, dan TBC. Selain itu, trauma menyumbang sekitar 9 persen dari seluruh kematian di dunia.

Peringatan ini pertama kali diadakan di New Delhi, India, pada tahun 2011. Kala itu, masyarakat bergerak sebagai respons atas tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang mencapai lebih dari 400 orang per hari. Seiring waktu, Hari Trauma Sedunia berkembang menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran terhadap berbagai penyebab trauma lainnya, seperti kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dan pengalaman militer.

Trauma yang tidak ditangani dapat menimbulkan gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang memengaruhi kesehatan mental dan sosial korban. Sejarah pemahaman tentang trauma sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Hal ini semakin berkembang setelah Perang Dunia II, ketika tentara mulai diberi waktu pemulihan mental. Pada masa Perang Vietnam dan Korea, terapi bicara mulai diterapkan, dan kemudian diperkuat oleh program kelompok bagi veteran yang mengalami PTSD. Dari situ, kesadaran global terhadap dampak psikologis trauma semakin meningkat.

Melalui kesadaran dan solidaritas, Hari Trauma Sedunia mengajak dunia untuk lebih peduli terhadap keselamatan dan kesehatan mental semua orang.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan