Kegagalan Bisnis Selebritas: Cerita di Balik Kesuksesan yang Tidak Selalu Manis
Dunia bisnis selebritas sering kali dianggap sebagai jalan cepat menuju kesuksesan. Namun, di balik gemerlapnya nama besar dan basis penggemar yang luas, ada kisah-kisah pahit yang tidak terdengar. Banyak artis yang membangun brand mereka sendiri, tetapi tak sedikit dari mereka yang harus menghadapi kegagalan berat, bahkan kerugian hingga miliaran rupiah. Salah satu contoh yang paling menarik perhatian adalah kasus Jerome Polin, yang secara terbuka mengungkap kegagalan bisnisnya.
Jerome Polin akhirnya angkat bicara soal keputusan berat menutup seluruh operasional Menantea pada 25 April 2026. Lewat wawancaranya di kanal Celloszxz, ia mengungkap bahwa bisnis minuman teh yang ia rintis mengalami kerugian hingga Rp38 miliar. Fakta ini mengejutkan banyak pihak, mengingat latar belakang pendidikan Jerome dan sang kakak yang dikenal cemerlang.
Jerome mengakui bahwa kesalahan terbesarnya ada di awal berbisnis, yakni terlalu percaya. Ia menyerahkan pengelolaan keuangan sepenuhnya kepada satu orang dan hanya mengandalkan laporan berbentuk Excel. Tanpa disadari, laporan tersebut ternyata telah dimanipulasi. Kecurigaan baru muncul saat ia menerima laporan pada 2023 bahwa dana perusahaan telah habis.
Setelah memeriksa mutasi rekening secara langsung, Jerome mendapati fakta pahit bahwa laporan keuangan tidak sejalan dengan saldo sebenarnya. Total dana yang dipindahkan mencapai Rp38 miliar, dengan sebagian kecil dikembalikan untuk operasional. Bahkan, Jerome sempat menggelontorkan uang pribadinya demi menyelesaikan kewajiban Menantea kepada para mitra.
Artis Lain yang Juga Mengalami Kegagalan Bisnis
Selain Jerome Polin, beberapa artis lain juga mengalami nasib serupa dalam menjalani bisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Niko Al Hakim - Ngikan Yuk
Nama Okin juga masuk dalam daftar artis yang bisnisnya harus berakhir di tengah jalan. Pada 2019, Okin diketahui sempat bekerja sama dengan pengusaha kuliner Hendy Setiono untuk meluncurkan sebuah brand makanan bernama Ngikan Yuk. Kehadiran brand ini sempat menarik perhatian publik karena mengusung konsep olahan ikan yang dekat dengan selera anak muda.
Dalam struktur bisnisnya, Hendy Setiono tercatat memiliki peran penting. Melalui profil profesionalnya di LinkedIn, Hendy menyebut dirinya menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Makan Ikan Indonesia, perusahaan yang menaungi Ngikan Yuk. Kolaborasi ini awalnya terlihat menjanjikan, mengingat kombinasi popularitas figur publik dan pengalaman bisnis di bidang kuliner.
Namun, seiring berjalannya waktu, kerja sama tersebut justru berujung pada persoalan serius. Hubungan bisnis yang semula dibangun atas dasar kepercayaan akhirnya retak dan menyeret Ngikan Yuk ke dalam pusaran konflik.
- Babe Cabita - SemPATIN
Seputar bisnis kuliner juga menyeret nama mendiang Babe Cabita. Semasa hidupnya, Babe diketahui pernah menjalin kerja sama dengan Hendy Setiono dalam bisnis kuliner ikan bakar bernama SemPATIN pada 2021. Brand ini sempat mencuri perhatian karena menggabungkan popularitas figur publik dengan konsep kuliner yang dekat dengan lidah masyarakat.
Namun, seiring waktu, bisnis SemPATIN tak berjalan sesuai harapan. Nama Babe Cabita pun ikut terseret ketika publik mulai menyoroti sejumlah brand artis yang harus gulung tikar akibat persoalan internal. Meski detail permasalahannya tak banyak diungkap ke publik, kisah ini kembali menegaskan bahwa keterlibatan artis dalam bisnis tetap menyimpan risiko besar, terlepas dari popularitas yang dimiliki.
Hal ini ternyata tak membuatnya patah semangat. Meski sempat gagal membangun SemPATIN, Babe Cabita akhirnya bangkit kembali dengan mendirikan bisnis Dadar Beredar di tahun 2023 dan masih berdiri sampai saat ini.
- Arief Muhammad - Cakekinian
Cakekinian, bisnis kue kekinian yang selama ini identik dengan Arief Muhammad dan sempat menjadi fenomena di berbagai kota di Indonesia juga terpaksa gulung tikar. Belakangan terungkap bahwa Arief bukan satu-satunya sosok di balik Cakekinian. Nama Hendy Setiono kembali mencuat sebagai salah satu founder brand tersebut.
Fakta ini membuat warganet mengaitkan Cakekinian dengan deretan bisnis artis lain yang sebelumnya juga bekerja sama dengan Hendy dan berujung pada konflik internal hingga gulung tikar. Meski Cakekinian pernah berada di puncak popularitas dan menjadi simbol sukses bisnis selebritas, pembahasan ini membuka kembali diskusi soal risiko kerja sama bisnis berbasis kepercayaan.
- Deva Mahenra - Foresthree Coffee
Nama Hendy Setiono kembali menuai perhatian publik setelah warganet menyoroti bio Instagram miliknya. Di sana, Hendy mencantumkan Foresthree Coffee sebagai salah satu lini bisnis yang ia jalani, sejajar dengan brand kuliner besarnya, Baba Rafi. Hal ini pun memicu rasa penasaran publik, terutama di tengah ramainya pembahasan soal kerja sama bisnis Hendy dengan sejumlah figur publik.
Belakangan diketahui bahwa Foresthree Coffee sejatinya dimiliki oleh Haidar Wurjanto dan Rangga Wurjanto. Meski bukan sebagai pemilik utama, Hendy Setiono memegang peran penting dalam manajemen brand tersebut. Tak sendiri, ia juga menggandeng aktor Deva Mahenra untuk turut terlibat dalam pengelolaan Foresthree Coffee.
Keterlibatan Hendy di balik layar kembali memantik diskusi warganet soal pola kerja sama bisnis selebritas. Meski Foresthree Coffee dikenal cukup stabil dan memiliki basis penggemar tersendiri, publik kini semakin kritis menyoroti struktur kepemilikan dan manajemen brand artis. Di tengah maraknya kasus bisnis selebritas yang berujung konflik, transparansi pun menjadi hal yang semakin disorot.




