Korban Hipnotis di Pasar Bawah Bukittinggi Kehilangan Uang dan Ponsel
Jumi Rah Mariati, seorang perempuan berusia 58 tahun, mengaku menjadi korban tindakan hipnotis saat sedang berbelanja di Pasar Bawah Bukittinggi. Ia menyatakan bahwa tidak hanya uang senilai Rp35 juta yang hilang, tetapi juga satu unit ponsel miliknya.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (19/10/2025), ketika Jumi sedang berjalan kaki menuju Pasar Atas Bukittinggi. Namun, kejadian tak terduga terjadi ketika ia dihampiri oleh seorang pria yang bertanya tentang museum di daerah tersebut. Pria itu mengaku berasal dari Jawa dan ingin menggadaikan barang antik ke museum. Tujuan utamanya adalah untuk biaya pengobatan kakeknya yang dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di tengah percakapan, tiba-tiba datang pria lain menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam. Pria dalam mobil itu menanyakan apa yang ingin digadaikan. Pria pertama mengaku memiliki batu antik yang ingin digadaikan, tetapi hanya bisa dilihat di dalam mobil. Pria dalam mobil menunjukkan ketertarikan membeli barang tersebut dan meminta Jumi masuk ke dalam mobil sebagai saksi.
Awalnya Jumi menolak, tetapi pelaku meyakinkannya bahwa hanya butuh waktu lima menit. Saat itulah, ia merasa pundaknya ditepuk oleh seseorang. Setelah masuk ke dalam mobil, Jumi terus dipengaruhi hingga akhirnya menuruti perintah untuk mengambil uang di rumahnya sendiri.
Masih dalam pengaruh hipnotis, Jumi mengambil semua uang yang disimpan di rumah. Pelaku yang ada di dalam mobil menunggu tidak jauh dari rumah korban. Setelah menjemput uang, korban dibawa keliling menggunakan mobil hingga Padang Lua. Di sana, korban diminta menghitung uang kembali agar tidak ada yang kurang.
Setelah itu, Jumi diturunkan dan disuruh ke musala untuk salat Dhuha. Sementara itu, uangnya diserahkan kepada pelaku. Pelaku mengaku menunggu di dalam mobil setelah Jumi hendak melaksanakan salat duha.
Setelah salat Dhuha, Jumi sadar bahwa dirinya telah ditipu. Ia tidak mengerti bagaimana dirinya bisa ikut saja saat diperintah ambil uang di rumah dan menyerahkan kepada mereka.
Kronologi Kejadian

Kejadian ini berawal ketika Jumi sedang berjalan kaki menuju Pasar Atas Bukittinggi. Saat berada di depan Bank Mandiri yang ada di Pasar Bawah Bukittinggi, ia dihampiri oleh seseorang yang bertanya mengenai museum di daerah tersebut. Pria tersebut mengaku berasal dari Jawa dengan tujuan ke Medan. Namun, di tengah jalan, kakeknya sakit dan dirawat di RSAM Bukittinggi.
Tujuan menggadaikan barang antik untuk biaya sang kakek yang ada di rumah sakit. Saat sedang berbicara, tiba-tiba datang pria lain menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam. Pria dalam mobil itu tertarik ingin membeli barang antik itu, tapi dia meminta Jumi masuk ke dalam mobil sebagai saksi barang yang akan digadaikan tersebut.
Awalnya Jumi menolak masuk ke dalam mobil. Namun pelaku menuturkan hanya 5 menit. Saat itulah Jumi merasakan pundaknya ditepuk seseorang. Singkat cerita, ia masuk ke dalam mobil dan menanyakan barang yang akan digadaikan.
Setelah di dalam mobil, perempuan paruh baya ini terus dipengaruhi sehingga menurut saat disuruh mengambil uang di rumahnya sendiri. Masih dalam pengaruh hipnotis, korban pun mengambil semua uangnya yang disimpan di rumah. Sementara pelaku yang ada dalam mobil, menunggu tak jauh dari rumah korban.
Setelah menjemput uang, korban pun dibawa keliling menggunakan mobil hingga Padang Lua. Di sini, korban diminta menghitung uang kembali agar tidak ada yang kurang. Lalu korban diturunkan dan disuruh ke musala untuk salat Dhuha, sedangkan uangnya diserahkan ke pelaku.
Sementara pelaku mengaku menunggu di dalam mobil setelah Jumi hendak melaksanakan salat duha. Setelah salat Dhuha inilah Jumi sadar kalau dirinya telah ditipu. "Uang saya ada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba saya ikut saja saat diperintah ambil uang di rumah dan menyerahkan kepada mereka," ujarnya.