Selama 2025, Aset Kripto Berfluktuasi Tinggi

admin.aiotrade 26 Des 2025 2 menit 12x dilihat
Selama 2025, Aset Kripto Berfluktuasi Tinggi


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

Pergerakan Aset Kripto Tahun 2025

Selama tahun 2025, pasar aset kripto terus menunjukkan volatilitas yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan suku bunga dan arus likuiditas. Meskipun demikian, secara struktural pasar cenderung menunjukkan kecenderungan positif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Resna Raniadi, COO Upbit Indonesia, mengatakan bahwa pergerakan pasar kripto tetap tinggi namun menunjukkan perkembangan yang baik. Ia menjelaskan bahwa efek dari Bitcoin halving 2024 masih memberikan dampak signifikan pada suplai dan sentimen pasar.

Selain itu, arah kebijakan moneter global, terutama terkait suku bunga dan likuiditas, turut memengaruhi aliran modal ke aset kripto.

Penurunan Harga Bitcoin

Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin, menyoroti penurunan harga Bitcoin dari akhir November hingga awal Desember 2025. Dalam periode tersebut, harga Bitcoin turun lebih dari 30% dari puncak Oktober yang mencapai sekitar US$126.000. Bahkan, harga sempat menyentuh level di bawah US$81.000 pada awal Desember.

Fahmi menilai tekanan tersebut tidak lepas dari kombinasi faktor makro global. Dua faktor utama yang membebani pasar adalah dinamika ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed serta keputusan Bank of Japan (BoJ) untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Kebijakan BoJ mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka dua tahun naik ke 1,105%, level tertinggi sejak 1997. Sementara obligasi jangka lima tahun menyentuh titik tertinggi sejak 2008. Kondisi ini menarik likuiditas ke instrumen risk-off seperti obligasi, sekaligus menurunkan minat investor untuk mengambil risiko di aset risk-on, termasuk kripto.

Ketidakpastian Pasar

Ketidakpastian juga diperparah oleh government shutdown AS yang berlangsung sepanjang November 2025. Hal ini menyebabkan absennya sejumlah data ekonomi penting. Meskipun inflasi CPI AS bulan November tercatat 2,7% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi, data tersebut menuai keraguan karena keterbatasan jumlah sampel akibat terhentinya aktivitas pemerintah.

Sebagian investor meragukan validitas data tersebut, sehingga sentimen bullish yang terbentuk relatif terbatas dan belum cukup kuat untuk membangun keyakinan akan adanya lebih dari satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026.

Pertumbuhan Investor Aset Kripto

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa jumlah investor aset kripto mengalami tren peningkatan. Pada posisi Oktober 2025, jumlah investor mencapai 19,08 juta, meningkat 2,50% dibandingkan posisi September 2025 yang tercatat sebanyak 18,61 juta investor.

Nilai transaksi aset kripto selama bulan November 2025 tercatat sebesar Rp 37,20 triliun, menurun 24,53% dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar Rp 49,29 triliun. Sehingga total nilai transaksi aset kripto di sepanjang Januari – November 2025 telah tercatat senilai Rp 446,77 triliun.

“Hal ini menunjukkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar yang tetap terjaga baik,” ujar Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Kamis (11/12/2025).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan