Selama Satu Tahun, Produk Halal Capai 9,8 Juta Unit

admin.aiotrade 24 Okt 2025 4 menit 14x dilihat
Selama Satu Tahun, Produk Halal Capai 9,8 Juta Unit
Selama Satu Tahun, Produk Halal Capai 9,8 Juta Unit

Rekor Sertifikasi Halal di Indonesia

Pencapaian sertifikasi halal di Indonesia telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hingga Oktober 2025, sebanyak 9,8 juta produk di Tanah Air telah memperoleh sertifikat halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat ekosistem halal terbesar di dunia, sekaligus menunjukkan peran strategis sektor halal dalam memperkuat perekonomian nasional.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyatakan bahwa kebijakan wajib halal bukan sekadar aturan administratif, melainkan gerakan ekonomi umat yang mampu menggerakkan industri dalam negeri. “Capaian 9,8 juta produk bersertifikat halal ini menunjukkan bahwa regulasi halal adalah strategi nasional untuk mengangkat daya saing industri Indonesia,” ujarnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurutnya, era regulasi wajib halal harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi umat sekaligus memperkuat daya saing produk halal Indonesia di pasar global. BPJPH mencatat bahwa peningkatan sertifikasi halal didorong oleh kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya kepatuhan regulasi, baik di kalangan UMKM maupun industri besar. Sertifikasi halal kini dipandang sebagai nilai strategis yang diakui pasar internasional.

“Halal bukan hanya soal agama, tapi juga standar kualitas dan keamanan produk yang diakui dunia,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa negara-negara non-Muslim seperti Tiongkok, Brasil, dan Amerika Serikat justru menjadi produsen halal besar. Indonesia harus menjadikan halal sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebut, potensi ekonomi halal global saat ini mencapai lebih dari US$7 triliun per tahun. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal internasional.

Kerja Sama dan Inovasi dalam Sertifikasi Halal

BPJPH terus memperluas layanan sertifikasi melalui kerja sama dengan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), penyelia halal, serta perguruan tinggi mitra di berbagai daerah. Selain itu, sistem SiHalal 4.0 dihadirkan untuk mempermudah pelaku usaha, terutama UMKM dalam melakukan pendaftaran secara daring.

Langkah tersebut sejalan dengan program Ekonomi Syariah Nasional 2025–2030 yang menempatkan sektor halal sebagai salah satu penggerak utama ekonomi rakyat. Keberhasilan BPJPH selama satu tahun terakhir dinilai sebagai bukti transformasi kelembagaan yang efektif sejak lembaga tersebut resmi menjadi Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK).

Pemerintah pun menilai keberhasilan ini memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat global, sejalan dengan visi Asta Cita poin kelima yakni Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Nasional Berbasis Daya Saing Global dan Potensi Dalam Negeri.

“Dengan tertib halal, kita bisa memanfaatkan peluang ekonomi halal secara optimal. Sertifikasi halal bukan beban, tapi peluang emas bagi Indonesia untuk memimpin pasar global,” pungkasnya.

Strategi dan Target Jangka Panjang

Sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor halal, BPJPH terus mengembangkan inisiatif-inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi proses sertifikasi. Dengan adanya teknologi digital seperti SiHalal 4.0, pelaku usaha dapat lebih mudah mengajukan permohonan sertifikasi tanpa harus datang langsung ke kantor BPJPH.

Selain itu, BPJPH juga aktif dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat, organisasi bisnis, dan institusi pendidikan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan sertifikasi halal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi tersebut di kalangan pelaku usaha.

Dalam rangka mencapai target 10 juta produk bersertifikat halal pada tahun-tahun mendatang, BPJPH berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia, serta memperkuat sistem pemeriksaan dan audit yang dilakukan oleh LPH dan penyelia halal.

Peluang Ekonomi dan Kepemimpinan Global

Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal internasional. Sertifikasi halal tidak hanya menjadi pintu masuk ke pasar-pasar Muslim, tetapi juga menjadi indikator kualitas dan keamanan produk yang diakui secara global.

Babe Haikal menekankan bahwa sertifikasi halal merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk memimpin pasar global. Dengan meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar internasional, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai negara yang mampu bersaing di pasar global.

Tidak hanya itu, sertifikasi halal juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Dengan semakin banyaknya produk yang tersertifikasi, pelaku usaha akan lebih mudah memasuki pasar ekspor, sehingga meningkatkan devisa dan kesejahteraan masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan