
Presiden Donald Trump Berbicara Setelah Insiden Penembakan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan setelah mengalami insiden penembakan yang terjadi saat ia menghadiri jamuan makan malam di Washington DC, AS pada Sabtu (25/4/2026). Insiden tersebut terjadi ketika Trump sedang berada di luar ballroom Washington Hilton, lokasi acara makan malam. Meskipun insiden itu terjadi, Trump berhasil selamat dan tidak mengalami cedera serius.
Trump menyampaikan bahwa insiden penembakan tersebut tidak akan menghalangi niatnya untuk memenangkan perang dengan Iran. Ia menegaskan bahwa meski belum tahu pasti apakah penembakan itu berkaitan dengan konflik Iran atau tidak, hal itu tidak akan menghentikan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahannya.
Itu tidak akan menghalangi saya untuk memenangkan perang di Iran. Saya tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan itu, saya benar-benar tidak berpikir begitu, berdasarkan apa yang kita ketahui, kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Pembatalan Kunjungan ke Pakistan
Terkait konflik dengan Iran, Donald Trump telah membatalkan kunjungan yang direncanakan oleh para pejabat Amerika ke Pakistan. Langkah ini secara efektif menghentikan putaran kedua pembicaraan tidak langsung dengan Iran. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, ia menolak perjalanan tersebut karena menganggapnya tidak perlu. Trump mengatakan bahwa perjalanan 18 jam tidak sepadan mengingat posisi tawar Washington yang kuat.
Ia menambahkan bahwa timnya telah bersiap untuk pergi, tetapi ia memutuskan bahwa kunjungan tersebut tidak akan produktif. Trump berargumen bahwa AS memegang kendali dan Teheran seharusnya mengambil inisiatif daripada mengharapkan pejabat Amerika untuk melakukan perjalanan.
Kunjungan yang dibatalkan tersebut seharusnya dihadiri oleh utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang akan bertemu dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan. Langkah ini diambil tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Pakistan, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Kasus Penembakan
Pelaku penembakan diketahui bernama Cole Thomas Allen (31), warga Torrance, California. Menurut sumber penegak hukum kepada CBS News, Allen diduga memiliki niat untuk menembak pejabat dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. Insiden terjadi di luar ballroom Washington Hilton, lokasi berlangsungnya jamuan makan malam.
Saat kejadian, Trump dan Ibu Negara Melania Trump berhasil dievakuasi dengan selamat, dan tidak ada tamu yang mengalami luka serius. Meski demikian, seorang agen Secret Service sempat terkena tembakan. Beruntung, ia selamat karena mengenakan rompi antipeluru.
Sumber penegak hukum menyebutkan, pelaku melepaskan setidaknya 5-8 kali tembakan dalam insiden tersebut. Kepala sementara Kepolisian Metropolitan Washington DC, Jeffery Carroll, mengatakan pelaku membawa sejumlah senjata saat berusaha menerobos pos pemeriksaan keamanan. Senjata tersebut meliputi senapan laras panjang, pistol, serta beberapa pisau.
Pelaku berhasil dihentikan oleh aparat dan ditangkap di lokasi kejadian.