Selandia Baru Buka Peluang Pendidikan, Ekonomi Kreatif, dan Beasiswa untuk Banda Aceh

admin.aiotrade 23 Sep 2025 2 menit 20x dilihat
Selandia Baru Buka Peluang Pendidikan, Ekonomi Kreatif, dan Beasiswa untuk Banda Aceh
Featured Image

Kunjungan Kehormatan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Selandia Baru ke Banda Aceh

Pada Senin, 22 September 2025, Pemerintah Kota Banda Aceh menerima kunjungan kehormatan dari Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Selandia Baru, Dr. Giselle Larcombe, beserta rombongan. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Banda Aceh dan menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua pihak.

Audiensi tersebut membahas perkembangan politik, sosial, dan ekonomi Aceh setelah 20 tahun penandatanganan Perjanjian Damai Helsinki. Selain itu, kedua belah pihak juga mengeksplorasi peluang kerja sama di sektor pendidikan, ekonomi kreatif, energi terbarukan, serta pertanian. Hal ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kemitraan yang saling menguntungkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pertemuan dimulai dengan pemutaran video profil Kota Banda Aceh. Video ini menampilkan potensi wisata, budaya, serta perkembangan terbaru ibu kota Provinsi Aceh. Penayangan video ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kekayaan dan kemajuan kota yang memiliki sejarah panjang.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momen penting, terlebih karena bertepatan dengan dua dekade perdamaian Aceh. Ia menjelaskan bahwa perjalanan panjang dari konflik menuju kedamaian telah membawa kota ini pada kondisi yang lebih stabil dan berkembang. “Banda Aceh juga berdiri sebagai simbol kebangkitan setelah tsunami 2004,” ujarnya.

Afdhal juga memaparkan kondisi terkini Banda Aceh. Saat ini, kota ini memiliki jumlah penduduk sekitar 270 ribu jiwa, dengan mayoritas usia produktif. Pertumbuhan ekonomi kota pada tahun lalu tercatat sebesar 6,08%, didukung oleh lebih dari 34 ribu pelaku UMKM, sektor ekonomi kreatif, dan 77 objek wisata unggulan. Ia menekankan bahwa stabilitas politik dan keamanan pasca MoU Helsinki 2005 menjadi pondasi utama pembangunan kota.

Sementara itu, Dr. Giselle Larcombe menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya adalah melihat langsung perkembangan Banda Aceh pasca 20 tahun perdamaian. “Kami bersyukur dapat berkunjung ke Banda Aceh dan tidak sabar melihat warisan budayanya. Kami ingin menyaksikan bagaimana pembangunan sosial dan ekonomi berjalan di sini,” jelasnya.

Selandia Baru menawarkan berbagai peluang kerja sama di sejumlah sektor strategis, antara lain:

  • Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan dan dukungan usaha.
  • Pertukaran keterampilan di bidang energi terbarukan dan pertanian.
  • Program beasiswa S2 dan S3 bagi masyarakat Aceh, termasuk skema khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fadhil, Asisten Administrasi Umum Faisal, serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemko Banda Aceh. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan akan tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Kedutaan Besar Selandia Baru.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan