
Proyek Retrofit pada PLTP Salak Meningkatkan Kapasitas Terpasang
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), sebuah emiten energi terbarukan, melalui anak usahanya Star Energy Geothermal telah menyelesaikan proyek retrofit pada Unit 4, 5, dan 6 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak. Proyek ini berhasil meningkatkan kapasitas terpasang total sebesar 7,7 megawatt (MW), melebihi ekspektasi awal sebesar 7,2 MW.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pencapaian ini memberikan dampak positif terhadap kinerja saham BREN. Pada perdagangan awal pekan kemarin, Senin (6/10/2025), saham BREN mengalami kenaikan sebesar 4,45 persen atau setara 425 poin ke level 9.975.
Direktur Utama Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, menjelaskan bahwa total investasi untuk proyek retrofit ini mencapai 22,5 juta dolar AS. Ia menyatakan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja aset, efisiensi operasi, serta keberlanjutan jangka panjang. Hal ini juga didorong oleh kinerja tim yang solid, sehingga mampu merealisasikan target yang ditetapkan.
Selain itu, inisiatif penambahan kapasitas ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap transisi energi bersih nasional. Selesainya proyek retrofit ini membuat total kapasitas terpasang Star Energy Geothermal saat ini mencapai 910,3 MW.
Ekspansi Perusahaan dalam Energi Terbarukan
Selain pembangkit panas bumi, anak usaha Barito Renewables, Barito Wind juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga angin melalui PLTB Sidrap 1 dengan kapasitas terpasang sebesar 78,75 MW di Sulawesi. Pembangkit ini telah diakuisisi tahun lalu.
Penambahan kapasitas pada unit pembangkit Salak ini menjadi bagian dari komitmen emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu untuk menambah ekspansi unit baru dan penambahan kapasitas pembangkit panas bumi. Targetnya adalah mencapai total lebih dari 100 MW dalam beberapa tahun ke depan.
Total investasi yang telah diumumkan untuk proyek ekspansi dan penambahan kapasitas ini mencapai 365 juta dolar AS. Proyek ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah operasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kontribusi terhadap Bauran Energi Terbarukan Nasional
Dengan penyelesaian proyek retrofit di unit pembangkit Salak, Barito Renewables memperkuat kontribusinya dalam mendukung target bauran energi terbarukan nasional. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Proyek ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan sumber daya energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan adanya penambahan kapasitas, Barito Renewables akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama dalam industri energi terbarukan di Indonesia.
Strategi Jangka Panjang
Barito Renewables memiliki strategi jangka panjang untuk terus memperluas operasionalnya dalam berbagai jenis energi terbarukan. Dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan akan fokus pada pengembangan proyek-proyek baru yang berdampak positif terhadap perekonomian dan lingkungan.
Komitmen ini juga mencerminkan visi perusahaan dalam mendukung pemerintah dalam mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Dengan proyek retrofit dan ekspansi yang telah dilakukan, Barito Renewables menunjukkan langkah nyata dalam membantu mewujudkan visi tersebut.
Dengan semua inisiatif yang dilakukan, Barito Renewables tidak hanya meningkatkan kinerja finansialnya tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan siap menjadi pemimpin dalam industri energi terbarukan di Indonesia.