Selesaikan Unit Pendukung, RDMP Balikpapan Siap Uji RFCC untuk Produk Berkualitas Tinggi

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Selesaikan Unit Pendukung, RDMP Balikpapan Siap Uji RFCC untuk Produk Berkualitas Tinggi

Progres Pembangunan RDMP Balikpapan Mencapai 96,5 Persen

Kilang Balikpapan sedang mendekati tahap akhir pembangunan Rencana Pengembangan Minyak Mentah (RDMP), dengan unit utama Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) siap menjalani uji operasi. Unit ini menjadi perhatian karena kemampuannya dalam mengubah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, LPG, dan bahan baku plastik propylene. Selain itu, RFCC juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman, menyampaikan bahwa proyek ini kini memasuki fase krusial, yaitu uji coba peralatan (commissioning) dan awal pengoperasian kilang (start-up). Tahap ini menjadi penentu keberhasilan proyek dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas bahan bakar minyak.

Hingga pekan keempat September 2025, progres pembangunan RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe mencapai 96,5 persen. Beberapa fasilitas utama yang sudah beroperasi antara lain unit revamping pengolahan minyak mentah, fasilitas gas Senipah, tangki penyimpanan crude, jalur pipa Lawe-Lawe, hingga Main Control Room (MCR). Kehadiran fasilitas-fasilitas ini meningkatkan efisiensi operasional kilang dan memperkuat infrastruktur energi nasional.

Selain itu, KPI juga telah mengoperasikan unit baru Saturated LPG Treater, yang berfungsi membersihkan LPG dari zat pengotor seperti sulfur. Unit ini mendukung target peningkatan produksi LPG dari 48.000 ton per tahun menjadi 384.000 ton per tahun, sehingga berpotensi menurunkan impor LPG sekitar 4,9 persen.

Unit RFCC yang menjadi prioritas utama dijadwalkan mulai beroperasi pada triwulan IV tahun ini. “Unit RFCC akan menjadi simbol ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas 90.000 barrel per hari, unit ini mampu mengubah residu menjadi produk bernilai tinggi seperti gasoline, LPG, dan propylene,” jelas Taufik.

Pada fase persiapan, Agustus 2025 lalu, telah dilakukan pemasukan catalyst ke hopper, tahap penting sebelum unit dijalankan untuk pertama kalinya.

Tujuan Utama RDMP Balikpapan

RDMP Balikpapan memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 barrel per hari menjadi 360.000 barrel per hari, meningkatkan kualitas produk dari standar Euro 2 menjadi Euro 5 yang lebih ramah lingkungan, serta meningkatkan kompleksitas kilang dari Nelson Complexity Index (NCI) 3,7 menjadi 8,0, mencerminkan kemampuan kilang mengolah minyak mentah berkualitas beragam menjadi produk bernilai tinggi.

Proyek ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan. “Proyek ini berkontribusi pada Produk Domestik Bruto nasional maupun PDRB daerah, serta menciptakan multiplier effects yang luar biasa,” kata Taufik.

Ia menambahkan, pada puncak konstruksi, proyek ini menyerap hingga 24.000 tenaga kerja dan mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru di sekitar lokasi, termasuk UMKM, jasa, hingga penyedia kontrakan.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan, Taufik menegaskan, RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe akan memperkokoh kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan impor produk, serta meningkatkan daya saing industri migas Indonesia di tingkat global.

Sebagai informasi, KPI adalah anak usaha Pertamina di bidang pengolahan minyak dan petrokimia, menjalankan proyek ini sesuai prinsip ESG dan telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC), sebagai bagian dari strategi operasional berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan