Seluruh lalu lintas maritim ditutup menuju pelabuhan Iran

Seluruh lalu lintas maritim ditutup menuju pelabuhan Iran
Seluruh lalu lintas maritim ditutup menuju pelabuhan Iran

Kebijakan Blokade Maritim AS terhadap Iran

Militer Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan kebijakan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Kebijakan ini resmi berlaku mulai Senin, 13 April 2026 pukul 17.30 waktu Iran. Pengumuman tersebut dilakukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang menyatakan bahwa blokade ini akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara. Namun, mereka memastikan bahwa kapal-kapal lain yang berlayar antara pelabuhan non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan ini diambil setelah perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan bisa menggunakan Selat Hormuz sebagai jalur perairan vital ekspor negara tersebut. Ia menyatakan, Kami tidak akan membiarkan Iran meraup keuntungan dengan menjual minyak kepada pihak-pihak yang mereka sukai. Trump juga mengulangi taktik serupa yang ia gunakan terhadap Venezuela untuk memutus akses negara itu dari sumber pendapatan vital mereka.

Dampak pada Harga Minyak

Harga minyak melonjak tajam setelah pengumuman blokade tersebut. Saat pasar dibuka pada Minggu (12/4/2026) malam, harga minyak mentah Brent naik lebih dari tujuh persen menjadi sekitar 102 dollar AS (Rp 1.743.180) per barel. Sementara itu, harga minyak mentah WIT (West Texas Intermediate) naik lebih dari delapan persen menjadi sekitar 105 dollar AS (Rp 1.794.450) per barel. Investor dan analis memperkirakan bahwa gangguan berkelanjutan terhadap pengiriman di Selat Hormuz akan terus memengaruhi pasar global.

Jalur perairan sempit antara Iran dan Oman ini merupakan rute perdagangan vital bagi minyak dan gas alam. Selat Hormuz menjadi salah satu titik kunci dalam perdagangan energi global, sehingga penutupan atau pembatasan aksesnya dapat berdampak signifikan pada stabilitas harga minyak.

Tanggapan dari Iran

Seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, Ali Akbar Velayati, menyatakan bahwa Iran tidak akan bergeming dalam kendalinya atas Selat Hormuz. Dia menekankan bahwa kunci menuju Hormuz ada di tangan mereka. Sementara itu, penasihat senior Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, menyampaikan bahwa Iran memiliki sarana yang besar dan belum terpakai untuk melawan blokade AS. Rezaei juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tertekan dengan rencana seperti itu.

Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memperingatkan bahwa setiap langkah yang keliru akan menjebak musuh dalam pusaran air yang mematikan di Selat Hormuz. Mereka menyatakan bahwa kapal-kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan ditindak dengan tegas. Meski demikian, IRGC memastikan bahwa jalur perairan vital tersebut tetap terbuka untuk penggunaan sipil.

Pernyataan Ketua Parlemen Iran

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, merespons ancaman Trump dengan menyerukan bahwa ancaman tersebut tidak akan berpengaruh apa pun terhadap bangsa Iran. Ia juga berjanji untuk tidak akan tunduk pada ancaman apa pun. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran bersikeras untuk menjaga kedaulatannya dan tidak akan menyerah terhadap tekanan internasional.