Semarak Kirab Gunungan di Mijen, Wali Kota Agustina: Pawai sebagai Simbol Gotong Royong Warga

admin.aiotrade 26 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Semarak Kirab Gunungan di Mijen, Wali Kota Agustina: Pawai sebagai Simbol Gotong Royong Warga

Perayaan Sumpah Pemuda 2025 di Kecamatan Mijen Kota Semarang

Suasana penuh semangat dan antusiasme menghiasi Kecamatan Mijen, Kota Semarang, saat ribuan warga hadir dalam acara kirab budaya dan pawai gunungan hasil bumi. Acara ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, membuka kegiatan tersebut di Taman Tirto Asri pada hari Minggu (26/10/2025). Ia menyampaikan bahwa pawai ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dan rasa cinta masyarakat terhadap budaya lokal.

Luar biasa keren acaranya, karena dapat kita lihat dari suasana kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam upayanya melestarikan warisan budaya, ujar Agustina.

Ia menegaskan bahwa kirab gunungan bukan sekadar pawai budaya, melainkan simbol rasa syukur atas kesuburan tanah dan kelimpahan hasil bumi. Gunungan yang berisi sayur-mayur, buah-buahan, dan hasil tani juga menjadi pengingat bahwa pangan adalah fondasi dari segala cita-cita dan gerak pembangunan.

Gunungannya isinya macam-macam, ada lombok, kacang panjang, terong, tomat, dan masih banyak lainnya. Melalui pawai gunungan ini saya bisa melihat kemandirian Kota Semarang atas pangannya, kata Agustina.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengapresiasi masyarakat Mijen yang berhasil menyajikan empat belas gunungan unik dan antusias mengikuti kirab budaya.

Agustina bangga karena seluruh kegiatan disiapkan secara swadaya tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Inilah uniknya Mijen. Acara kirabnya tidak cuma ditunggu, tapi mereka juga mempersiapkan semuanya bareng-bareng. Gotong royong masyarakat menjadi momentum kebersamaan yang hangat, ujarnya.

Selain menjadi tontonan yang menarik, menurut Agustina, kirab budaya juga menjadi ruang interaksi lintas generasi. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebangsaan generasi muda di Hari Sumpah Pemuda.

Semoga ini tidak berhenti jadi tontonan, tapi juga tuntunan agar generasi muda makin mencintai budaya dan memahami akar tradisinya, ujar Agustina.

Lebih lanjut, dia menilai kirab budaya mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik wisata.

Penontonnya banyak, usaha mikro kecil menengah (UMKM)-nya hidup, ekonomi berputar, tuturnya.

Karnaval dan kirab budaya ini menjadi puncak rangkaian gelar budaya di Kecamatan Mijen. Sebelumnya, pada Sabtu (25/10/2026), digelar pertunjukan Kuda Lumping Turonggo Cipto Budoyo dan Wayang on the Street. Malamnya, acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit sebagai bentuk konkret Kota Semarang yang terus melaju modern, tetapi tetap berakar pada budaya.

Matur nuwun kepada masyarakat Mijen yang telah mengemas peringatan Sumpah Pemuda ini dengan semarak, penuh kreativitas, dan berjiwa lokal. Tahun ini (2025) sudah hebat, semoga tahun depan tambah hebat lagi, pungkas Agustina.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan