Semarang Resmi Jadi Kota Wakaf

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Semarang Resmi Jadi Kota Wakaf
Semarang Resmi Jadi Kota Wakaf

Peresmian Program Inkubasi Wakaf Produktif Nasional Tahun 2025

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Prof Dr Abu Rokhmad, meresmikan Program Inkubasi Wakaf Produktif Nasional Tahun 2025. Acara ini digelar di Joglo Wakaf Zizwaf Masjid Pelajar, Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, pada hari Sabtu (24/10). Dalam sambutannya, Prof Abu menekankan pentingnya pemanfaatan wakaf untuk kesejahteraan umat, bukan hanya untuk kebutuhan pesantren, makam, masjid, dan mushala.

Wakaf jangan hanya digunakan untuk urusan Pesantren, Makam, Masjid dan Mushala (P3M) tetapi harus dimanfaatkan dan diberdayakan untuk kepentingan umat, ujarnya dengan tegas. Ia juga menegaskan bahwa tanah makam di Jakarta yang mahal sekalipun, tetap perlu diberdayakan untuk ekonomi umat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Acara tersebut dilaksanakan secara hybrid, dengan hadirnya ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Selain itu, acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh dan pejabat terkait seperti Asisten II Sekda Kota Semarang Hernowo Budi Luhur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof Dr Waryono Abdul Ghofur, serta para kolaborator program pemberdayaan zakat dan wakaf.

Sebagai Kota Wakaf

Kepala Kanwil Kemenag Jateng Dr Saiful Mujab menyampaikan rasa syukur atas penetapan Kota Semarang sebagai Kota Wakaf. Kami berterima kasih karena Kota Semarang ditetapkan sebagai Kota Wakaf. Harapannya, Semarang dapat menjadi inspirasi gerakan wakaf produktif di Jawa Tengah dan nasional, katanya.

Mewakili Wali Kota, Asisten II Setda Kota Semarang Hernowo Budi Luhur menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Pemkot Semarang siap bersinergi bersama Kementerian Agama dan para mitra strategis guna mewujudkan Semarang Kota Wakaf, ujarnya.

Peresmian Program Inkubasi Wakaf Produktif Nasional 2025 ditandai dengan pemukulan gong oleh Dirjen Bimas Islam, dan penandatanganan batu prasasti sebagai simbol dimulainya program nasional tersebut.

Kerja Sama dan Bantuan Program

Pada kesempatan itu juga ditandatangani kerja sama program pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat dan wakaf antara Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya Pemerintah Kota Semarang, Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah, BWI Jateng dan Kota Semarang, Baznas Kota dan Kabupaten Semarang, Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) BSI dan BTN Syariah, Asosiasi Nadzir Indonesia, Forum Wakaf Produktif, serta beberapa lembaga lainnya.

Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menumbuhkan ekosistem wakaf produktif yang mandiri, profesional, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

Bantuan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi umat, Dirjen Bimas Islam bersama Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menyerahkan secara simbolis bantuan Program Inkubasi Wakaf Produktif (IWP) kepada tiga nadzir Kota Semarang dan satu nadzir Kabupaten Semarang, masing-masing sebesar Rp75 juta.

Selain itu, juga diserahkan bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui KUA Tugu dan KUA Pedurungan, masing-masing senilai Rp50 juta, serta bantuan Program Kampung Zakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang dari para kolaborator.

Dalam momen yang sama, Ziswaf Masjid Pelajar juga menyerahkan beasiswa sebesar Rp 60 juta bagi anak-anak penerima manfaat untuk masa pendidikan selama tiga tahun.

Pengalaman dan Kunjungan Lapangan

Salah satu penerima manfaat dan mitra program, Suharto, selaku Nadzir Yayasan Zizwaf Masjid Pelajar, turut berbagi inspirasi tentang pengalaman dalam mengelola wakaf produktif berbasis agrobisnis yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Usai peresmian, dilanjutkan kunjungan lapangan ke lokasi wakaf produktif peternakan kambing Ziswaf Masjid Pelajar. Prof Abu Rokhmad juga meresmikan Green House, melakukan penyemaian bibit pokcoy, pemberian pakan ikan lele, serta mengunjungi bazar produk unggulan para penerima manfaat program.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan