
Kekalahan Semen Padang di Tangan Malut United, Pelatih Kecewa dengan Keputusan Wasit
Pertandingan antara Semen Padang dan Malut United dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 pekan ke-10 berlangsung sengit. Laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu malam, berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tuan rumah. Hasil ini membuat Semen Padang harus menerima kekalahan pertama mereka dalam beberapa laga terakhir.
Satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Tyronne del Pino pada menit ke-76 melalui tendangan penalti. Keputusan wasit memberikan hadiah penalti tersebut langsung menuai protes dari pelatih Semen Padang, FX Yanuar. Ia mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut, karena menurutnya insiden yang terjadi tidak layak dianggap sebagai pelanggaran.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami merasa diperlakukan tidak adil. Saya kecewa dengan keputusan penalti itu. Kualitas pertandingan harus dijaga, dan level kompetisi ini seharusnya mencerminkan profesionalitas tinggi. Kalau ada teknologi VAR, ya harus digunakan," ujar FX Yanuar.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan wasit dalam pertandingan tersebut dinilai tidak konsisten. Selain soal penalti, beberapa keputusan lain seperti pemberian kartu kuning kepada pemain Semen Padang juga dinilai tidak fair. Menurutnya, wasit seharusnya memanfaatkan VAR untuk meninjau ulang insiden yang terjadi agar keputusan lebih objektif.
"
'Buat apa bicara soal keadilan kalau pertandingan tidak bersuara.'"
Keputusan wasit yang dianggap tidak adil tersebut memperparah posisi Semen Padang di klasemen. Tim yang dikenal sebagai Kabau Sirah ini kini menjadi penghuni dasar klasemen setelah menderita enam kekalahan beruntun dalam enam pertandingan terakhir di BRI Super League hingga pekan ke-10.
Beberapa Isu yang Muncul Pasca-Pertandingan
-
Kritik terhadap Penggunaan VAR:
Pelatih Semen Padang menyoroti pentingnya penggunaan teknologi VAR dalam pertandingan. Menurutnya, jika sistem tersebut tersedia, maka keputusan wasit seharusnya lebih akurat dan adil. -
Ketidakpuasan terhadap Keputusan Wasit:
Selain penalti, beberapa keputusan lain seperti pemberian kartu kuning juga dinilai tidak adil. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan dari wasit dalam mengambil keputusan. -
Dampak pada Klasemen:
Kekalahan ini semakin memperparah posisi Semen Padang di klasemen. Dengan enam kekalahan beruntun, tim asal Sumatera Barat tersebut kini berada di bagian bawah klasemen.
Harapan untuk Masa Depan
Meskipun hasil pertandingan kali ini cukup mengecewakan, FX Yanuar tetap optimis bahwa Semen Padang bisa bangkit. Ia berharap para pemain dapat belajar dari kesalahan dan meningkatkan performa di pertandingan selanjutnya.
"Kami akan terus bekerja keras untuk memperbaiki diri. Pertandingan ini adalah pelajaran berharga bagi kami," tambahnya.
Dengan begitu, Semen Padang diharapkan dapat segera bangkit dari keterpurukan dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di kompetisi musim ini.