Semeru Meletus 6 Kali, Warga Dilarang Aktivitas di Sekitar Besuk Kobokan

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Semeru Meletus 6 Kali, Warga Dilarang Aktivitas di Sekitar Besuk Kobokan

Erupsi Gunung Semeru Terjadi Sekali Lagi

Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada pagi hari ini, Selasa (21/10). Dalam rentang waktu yang singkat, tercatat sebanyak enam kali erupsi terjadi. Tinggi kolom letusan mencapai kisaran 600 hingga 700 meter di atas puncak gunung.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada pukul 05.53 WIB, erupsi pertama terjadi dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak atau setinggi 4.276 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang muncul memiliki warna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke arah selatan.

Sebelumnya, pada pukul 05.32 WIB, terjadi erupsi kedua dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak. Kolom abu juga berwarna putih hingga kelabu dan mengarah ke selatan. Saat laporan tersebut dibuat, erupsi masih berlangsung.

Erupsi ketiga tercatat pada pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Selain itu, PVMBG juga mencatat adanya erupsi pada pukul 00.35 WIB, 00.23 WIB, dan 00.20 WIB. Setiap kali terjadi erupsi, kolom abu yang muncul memiliki karakteristik serupa, yaitu berwarna putih hingga kelabu dan mengarah ke selatan.

Status Gunung Semeru dan Rekomendasi dari PVMBG

Saat ini, Gunung Semeru masih dalam status Waspada atau Level II. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih terjadi, meskipun belum mencapai tingkat bahaya yang lebih tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi bagi masyarakat untuk menjaga keselamatan.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, hingga jarak delapan kilometer dari puncak Mahameru. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Peringatan untuk Masyarakat

Liswanto, petugas pos pengamatan Gunung Semeru, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang airnya berasal dari puncak Gunung Semeru.

Khususnya di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, masyarakat harus tetap waspada terhadap risiko lahar yang bisa terjadi. Selain itu, sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga memiliki potensi lahar yang perlu diperhatikan.

Dengan adanya erupsi yang terjadi secara berkala, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta untuk terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan menjalankan langkah-langkah mitigasi sesuai anjuran pihak berwenang.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan