
Kisah Fitri, Wanita dari Aceh yang Kini Jadi Perbincangan
Fitri, seorang wanita asal Aceh, kini menjadi perbincangan hangat karena dicerai oleh suaminya, JS, menjelang pelantikannya sebagai PPPK. Dalam wawancaranya, Fitri mengungkapkan bahwa masalah pertama terjadi ketika ia dan suaminya bertemu dalam situasi yang tidak menyenangkan.
Awal Masalah Rumah Tangga
Fitri mengatakan bahwa masalah pertama muncul akibat tidak adanya lauk pauk di rumah. Ia juga mengaku tidak menerima nafkah dari suaminya. Akibatnya, Fitri kesulitan memenuhi kebutuhan makanan suaminya. Kekecewaan ini membuat JS marah dan akhirnya menceraikannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Dia marah hanya karena tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah,” ujar Fitri sambil menutupi rasa sedihnya. Saat ini, Fitri tinggal bersama orang tuanya di Meukek, Aceh Selatan, dengan dua anaknya.
Peristiwa Pemecahan Hubungan
Peristiwa tersebut terjadi pada 15 Agustus 2025, dua hari sebelum suaminya dilantik sebagai PPPK Satpol PP di Aceh Singkil. Sehari sebelumnya, 14 Agustus, suaminya pulang kerja dalam keadaan marah-marah karena tidak ada nasi dan lauk di rumah.
Fitri menceritakan bahwa suaminya menanyakan kepada anak-anaknya apakah mereka sudah makan. Padahal, anak-anaknya hanya makan gorengan yang dijual oleh Fitri di depan rumah. Karena tidak ada bahan, Fitri belum sempat memasak.
Keesokan harinya, suaminya kembali marah dan memancing emosi Fitri. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Fitri bertanya, “Apa salah saya? Kamu kan tidak kasih uang belanja, jadi apa yang saya masak?” Namun, suaminya malah semakin emosi.
Penyebab Perceraian
Tidak lama kemudian, suaminya masuk ke kamar, mengemasi pakaian, lalu pergi dengan sepeda motor. Sebelum keluar rumah, ia mengucapkan talak kepada Fitri. “Dia bilang, ‘kamu meledak, saya ceraikan 1, 2, 3,’” kata Fitri mengulang ucapannya.
Sejak hari itu, Fitri tidak pernah lagi bertemu dengan suaminya. Ia mengaku diblokir dari semua kontak dan hanya mengetahui kabar suaminya dari tetangga. "Tidak ada telepon, tidak ada kabar. Semua kontak saya diblokir. Kalau ada keperluan pun dia titip pesan lewat orang lain," ungkap Fitri.
Berjuang untuk Bertahan Hidup
Fitri kini berjuang bertahan hidup dengan berjualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumah. “Dari jualan kecil itu saya biayai anak-anak. Kadang jualan sayur dan cabai juga,” ujarnya.
Fitri kini tinggal di rumah orang tua di Aceh Selatan, berusaha memulai hidup baru bersama dua anaknya. “Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik. Saya cuma ingin fokus pada anak-anak,” pungkasnya.
Kepala Desa Buka Suara
Rupanya, rumah tangga Melda Safitri dan JS sudah banyak masalah, bahkan sudah 5 kali mediasi. Kisruh rumah tangga hingga tabiat Melda Safitri dan suami pun dibongkar kepala desa setempat.
Aswalun, Kepala Desa Kampung Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mengungkap sejumlah fakta mengenai sosok JS dan Melda Safitri. Menurut Kades Aswalun, suami di Aceh Singkil (bernisial JS) yang disebut ceraikan istrinya, Melda Safitri usai lulus P3K adalah sosok yang baik. Sementara Melda Safitri, istrinya dikenal sebagai pekerja keras.
Aswalun menilai bahwa permasalahan rumah tangga Melda Safitri dan suaminya lebih banyak dipicu oleh faktor ekonomi. Ia menegaskan bahwa selama mengenal keluarga tersebut, sang suami dikenal baik dan tidak pernah melakukan kekerasan.
Klarifikasi dari JS
JS, anggota Satpol PP Aceh Singkil sekaligus suami yang viral ceraikan istri setelah lolos P3K dalam kasus ini telah memberikan klarifikasi ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Dia membantah jika disebut menceraikan istri usai lulus P3K.
Dalam klarifikasinya ke BKPSDM, JS sang suami mengaku, masalah dengan istrinya, Melda Safitiri, bukan jelang dilantik menjadi P3K saja. Masalah rumah tangga mereka, menurut pengakuan JS ke BKPSD, sudah terjadi sejak lama.
Proses perceraian dilakukan pada 14 September 2025 dihadiri kepala desa dan keluarga kedua pasangan itu. Kepala BKPSDM Aceh Singkil, Azman, mengatakan, berdasarkan hasil klarifikasi, perceraian tersebut tidak terjadi mendadak menjelang pelantikan PPPK seperti yang ramai diberitakan.
Namun, prosesnya tetap tidak sesuai dengan regulasi aparatur sipil negara (ASN). “Jadi perceraian biasa, tidak mengikuti mekanisme perceraian ASN. Kalau ASN cerai kan harus ada izin atasan, proses mediasi baru persidangan di pengadilan,” ujar Azman saat dihubungi, Jumat (23/10/2025).